PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang, Irna Narulita, tidak menginginkan adanya perang darah dalam menghadapi pesta demokrasi pada Pemilu 2024. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri acara deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024.
Bupati Irna meyakini, Pemilu damai bisa terwujud.
“Khususnya di Kabupaten Pandeglang, Banten dan Indonesia, itu adalah kerja-kerja kita bersama. Untuk bisa mewujudkan pesta demokrasi yang tertib, aman, kondusif, kita tidak ingin terpecah belah seperti negara-negara yang berkecamuk perang dingin, perang berdarah kita tidak inginkan itu,” katanya di Aula Mapolres Pandeglang, Jumat, 8 September 2023.
Irna menjelaskan, pesta demokrasi rutinitas setiap lima tahunan. Sudah dimulai berpuluhan tahun melakukan hal itu.
“Tentunya semakin cerdas, semakin dewasa, dan kita berargumentasi berbeda pandangan itu hal yang biasa. Dan tentunya pimpinan partai politik dan ormas-ormas inilah yang mempunyai pengaruh, memberikan edukasi, pendidikan politik yang cerdas yang bisa mengangkat harkat dan martabat Indonesia,” katanya.
Oleh karenanya, mari dikawal secara bersama kemurnian, suara masyarakat. Pastinya masyarakat punya penilaian tersendiri kepada partai politik yang menjadi idola.
“Kita tinggal berkompetisi secara sehat, mengedepankan etika, sifat Rasulullah SAW. Pasti umat rindu dengan partai-partai politik yang memberikan edukasi pendidikan politik yang baik, kalau menang saja tidak mungkin, ya harus siap menang dan siap kalah tapi kalahnya pun terhormat, jadi tidak menang bermartabat, kalah pun terhormat,” katanya.
Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah mengungkapkan, deklarasi Pemilu Damai 2024 bersama Forkopimda, penyelenggara Pemilu, partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ormas dalam rangka mewujudkan Pemilu yang sejuk, damai, aman.
“Hal tersebut merupakan sinergitas dan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa. Baik dari Pemerintah, TNI, Kepolisian, penyelenggara Pemilu, partai politik beserta semua elemen masyarakat, baik ormas, OKP,” katanya.
Momen deklarasi Pemilu Damai 2024 ini adalah awal menyatukan persepsi dalam proses pelaksanaan Pemilu yang akan menjadi tanggung jawab bersama yang akan mengawal dan mengamankannya.
“Kita yakin dengan pengalaman kita miliki, kita dalam penyelenggaraan Pemilu sebelumnya. Kita memiliki bekal cukup dalam menghadapi Pemilu 2024 ini,” katanya.
Namun demikian, pada Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar, dan dilaksanakan secara serentak.
Dilaksanakan di tahun sama, di antaranya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD. Dan aman dilanjutkan oemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
“Semuanya dilaksanakan di tahun 2024, sehingga semua persiapan perencanaan dan pengorganisasian kesiapan pemilu harus menjadi atensi bersama. Pesta demokrasi bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, Penyelenggara Pemilu dan peserta Pemilu. Tetapi semua elemen masyarakat harus berperan aktif , ambil bagian dari suksesnya Pemilu, sehingga cita-cita kita bangsa ini bisa terwujud,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











