PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Di wilayah perkotaan, tepatnya di Kelurahan Babakan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, masalah rumah kumuh dan tidak layak huni ini menjadi perhatian serius.
Kerusakan infrastruktur jalan hanya sebagian kecil dari masalah ini, sementara banyak rumah di sana terkesan terisolir.
Warga di Kampung Pabuaran, Kelurahan Babakan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, merasa diabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Mereka menyampaikan keluhan tentang jalan rusak dan kendala akses kesehatan karena tidak memiliki BPJS Kesehatan.
Abah Holib, salah satu warga setempat mengungkapkan kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan. Bahkan dia harus membayar biaya berobat meski pun berobat ke puskesmas.
“Masih banyak warga berobat pun masih bayar ke puskesmas karena tidak punya BPJS kesehatan,” ungkapnya, Sabtu 9 September 2023.
Halim warga lainnya juga menyampaikan, masalah lain yang disoroti adalah kesulitan dalam memperoleh air bersih, terutama selama musim kemarau. Warga di sana terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan memasak.
“Yah air di sini menggunakan air sumur. Saat kemarau air tidak ada. Kami berharap ada bantuan sanitasi dan sumur bor,” katanya.
Lurah Babakan Kalanganyar, Ifan Timi mengaku telah mengusulkan penyelesaian masalah ini dengan mengajukan 28 rumah dalam program Rehabilitasi dan Transformasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
“Sudah saya ajukan sebanyak 28 rumah ke Dinas Perkim dan sudah koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya singkat. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











