SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bursa pemilihan gubernur (Pilgub) Banten yang akan dilakukan diakhir tahun 2024 nampaknya akan berlangsung sengit. Bahkan pertarungan sudah dimulai lebih dulu.
Pasalnya, di dapil Banten III yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan terdapat tiga orang nama Calon Gubernur (Cagub) yang akan berperang di Pilkada Banten.
Mereka yakni Mantan Gubernur Banten sekaligus Aktris Rano Karno dari PDIP , Mantan Gubernur Banten Periode 2017-2022 dari Partai NasDem Wahidin Halim, dan Mantan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dari Partai Golkar.
Mereka akan bertarung terlebih dahulu merebutkan kursi DPR RI Dapil Banten III pada Pileg 2024 sebelum maju di pertarungan sesungguhnya di Pilkada.
Pengamat dari The Sultan Center, Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Penelitian Edi M Abduh memandang bahwa para Cagub saat ini tengah melakukan cek ombak sebelum maju di Pilgub Banten nanti.
“Pileg ini akan menjadi test case atau cek ombak terkait perolehan suara bagi mereka yang akan maju di pilgub banten atau bisa jadi ada beberap nama incumbent atau caleg dapil Banten III yang akan maju di Pilkada Walikota/Bupati di Tangerang,” ujar Edi kepada Radar Banten, Rabu 13 September 2023.
Edi menerangkan, ketiga tokoh besar yang disebut-sebut raksasa dari Banten III ini memiliki power yang kuat. Terlebih, ketiganya memiliki power dari kans masing-masing.
“Mereka masing-masing punya kans yang besar, punya konstituen yang besar sehingga masing-masing memiliki potensi,” ucapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada Pilgub Banten 2017 lalu yang mana pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief kalah dari rivalnya Wahidin Halim-Andhika Hazrumy. Pasangan Wahidin-Andika unggul dengan meraih 2.411.213 suara atau 50,95 persen, sedangkan Rano Karno-Embay 2.321.323 atau 49,05 persen.
Di dapil Banten III pasangan Wahidin Halim-Andhika Hazrumy mendapatkan perolehan suara sebanyak 1.342.921 suara, sementara pasangan Rano Karno-Embay hanya mendapatkan suara sebanyak 1.145.196 suara saja.
Sementara, Airin Rachmi Diany pada Pilkada Kota Tangsel di tahun 2015 memiliki suara 305.298 suara itu atau sekitar 59,62 persen dari total jumlah suara sebanyak 920.582 suara.
Jika dibandingkan, jumlah suara yang diperoleh Airin di Pilkada Kota Tangerang Selatan 2015 lalu saat melawan pasangan Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra lebih tinggi dibandingkan perolehan suara Wahidin dan Rano Karno saat Pilgub Banten 2017 lalu di Kota Tangerang Selatan.
Wahidin Halim di Kota Tangerang Selatan hanya mendapatkan 259.737 suara dan Rano Karno sebanyak 285.275 suara.
Menurutnya, suara dari Dapil Banten III ini akan menjadi paramenter dari ketiga raksasa itu untuk maju Pilgub. Jika salah satunya mendapatkan suara yang kecil dibandingkan calon lainnya atau bahkan tidak lolos di kursi DPR RI, maka hal itu akan menjadi suatu tantangan yang sulit untuk maju di Pilgub Banten nanti.
“Itu akan menjadi pertimbangan, karena mereka juga akan melihat dari hasil survei dan dukungan parpol pengusung dalam pilkada. Elit politik pusat juga menentukan dalam hal menentukan calon yg akan diusung partai dalam kontestasi pilkada,” paparnya.
Selain tiga nama raksasa itu, terdapat nama-nama lain juga yang akan meramaikan Pileg Dapil Banten III nanti. Seperti politisi Gerindra, Sufmi Dasco yang kini menduduki kursi wakil ketua DPR RI, ada juga Bendahara PDIP Banten Marinus Gea, pertahana dari PKS Mulyanto,dan Konglomerat MNC Grup Hari Tanoe yang merupakan Ketua Umum Perindo.
Ia menyebut, suara dari para nama-nama itu tidak bisa dibiarkan. Mereka bisa menjadi kuda hitam pada Pilgub Banten nanti meninggat dapil Banten III merupakan dapil yang berpotensial dengan jumlah DPT terbanyak di Banten.
“Secara keseluruhan jumlah kursi Banten 24 kursi, sementara Dapil Banten III untuk DPR RI berjumlah 10 kursi yang diperebutkan oleh beberapa mantan pejabat publik, figur hingga konglomerat. Bisa juga kalo diibaratkan kompetisi sepak bola jika dapil 3 banten adalah grup neraka, karena persaingan sengit antar caleg-caleg yang diunggulkan dari partainya masing-masing,” jelasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











