SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 25 perajin bambu di Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, diberikan pelatihan finishing produk kerajinan bambu.
Pelatihan diberikan dalam rangka peningkatan kapasitas dan skil dari perajin bambu yang ada di Desa Tegal Maja agar meningkatkan mutu kualitas para perajin anyaman bambu yang berada di desanya.
Pelatihan tersebut bertajuk pelatihan kampung kompeten dan produktif yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Tegal Maja dan bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BBPVP) Serang.
Pantauan di lokasi, ada banyak sekali kreasi kerajinan tangan yang sudah tercipta, seperti tumbler, tudung saji, hiasan dinding, miniatur jam dinding dan hiasan-hiasan lain yang indah.
Kepala BBPVP Serang Aan Subhan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Tegal Maja merupakan program kampung produktif yang memanfaatkan segala pontensi di wilayah kampung tersebut untuk mengangkat perekonomian warga sekitar.
“Tegal Maja ini potensi wilayahnya adalah bambu, kalau di sini tidak ada harus disuplai oleh tiga desa yang berkaitan, jadi semuanya berkembang,” katanya, Kamis, 14 September 2023.
Ia mengatakan, dalam upaya pelaksanaan program kampung produktif, harus ada sinergitas antar seluruh masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. “Ada yang membuat produk, ada yang menyiapkan bahan produknya, ada tenaga kerjanya dari kampung lain, sehingga ini menjadi satu kesatuan,” tegasnya.
Pelaksanaan pelatihan di kampung produktif sendiri tentunya diharapkan akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dibuat oleh para perajin di Desa Tegal Maja agar pangsa pasarnya semakin meluas.
“Setiap dua minggu akan kita kontrol produktifitasnya, meningkat tidak? Kalau memang meningkat tentu harus ada inovasi agar semakin dikenal,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Tegal Maja Muhammad Iksan mengatakan, target digelarnya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu kualitas para perajin anyaman bambu. “Ini untuk mempromosikan pemasaran yang lebih luas lagi untuk produk-produk yang sudah diproduksi,” katanya
Iksan mengaku, ada banyak sekali inovasi yang sudah dilakukan oleh para perajin bambu sehingga membuatnya semakin variatif.
“Yang dihasilkan termasuk item baru seperti tumbler, tudung saji yang memang sudah diawetkan dan di finishing agar dapat menembus pasar ekspor,” jelasnya.
Saat ini untuk suplai bahan baku, pihaknya mengandalkan produsen bambu yang ada di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut tentunya dapat menggerakkan perekonomian di masyarakat. “Jadi nanti berjalan bersama-sama,” jelasnya.
Selain pelaksanaan pelatihan untuk peningkatan kualitas, nantinya akan ada pelatihan untuk digital marketing agar pemasaran dapat semakin meluas.
“Kita akan bentuk kader-kader digital desa untuk lebih mempromosikan produk yang ada di Desa Tegal Maja,” pungkasnya
Dia berharap dengan diselenggarakan pelatihan ini, semoga dapat meningkatkan sumber daya manusia di desanya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan tersebut. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani.
Editor : Merwanda











