LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak saat ini harus bekerja lebih ekstra merawat taman perkotaan yang masuk dalam kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Rangkasbitung.
Dampak dari El Nino, bunga di taman terancam mati akibat kekeringan.
Saat ini DLH Kabupaten Lebak saat ini mengelola dan merawat 38 lokasi taman, dan ada tujuh taman kota yang saat ini terancam rusak karena bunganya kering, sejak kemarau dari Juli hingga September 2023.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Lebak Dasep Novian mengungkapkan, saat ini taman tersebut harus setiap hari disiram agar tidak kering dan mengancam tanaman mati.
“Jadi perawatan harus setiap hari disiram, karena kalo tidak disiram tanaman akan layu dan bisa mati,” katanya, Kamis 14 September 2023.
Dasep menjelaskan, setiap pihaknya harus menyediakan ribu liter air untuk menyiram taman di 38 titik lokasi, di antaranya tujuh lokasi taman besar yang ada pada kawasan perkotaan.
“Jadi saat ini kita menyiram hampir setiap yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini. Petugas bisa sampe sehari menyiram dari pagi sampe sore,” jelasnya.
Untuk diketahui kekeringan yang terjadi merupakan dampak dari El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi sampai Januari 2024 mendatang. Dampak dari El Nino mengakibatkan kekeringan dan krisis air bersih di wilayah Kabupaten Lebak.
Berikut tujuh taman kota yang saat ini dikelola DLH Lebak yang terancam kekeringan:
- Taman Bundaran Mandala
- Taman Angklung
- Taman Hati
- Taman I Love Lebak
- Taman Keong
- Hutan Kota Rangkasbitung
- Taman Salahaur
Reporter : Nurandi
Editor ; Aas Arbi












