TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Karya seni memang sangat universal. Dia dapat tercipta melalui instrumen apa pun. Bahkan, dari sampah plastik pun, sebuah karya seni dapat tercipta dan nilai estetikanya mengesankan banyak orang.
Salah satu karya seni yang terbuat dari sampah plastik diwujudkan oleh Matra Studio. Perusahaan arsitektur yang terafiliasi dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini mampu membuat karya seni berupa sebuah pohon besar dari sampah daur ulang. Tampilannya yang estetik, cocok dipajang di rumah atau kantor.
Jika dilihat dari jauh, karya seni yang dinamakan Plasticity Tree ini sekilas seperti kayu pohon besar yang memiliki enam cabang menjalar ke atas dan ke bawah. Namun, posisinya tegak lurus.
Warnanya putih dan terdapat bintik-bintik hitam hasil sambungan puzzle dari lembaran sampah plastik.
Di dalam lubang empat cabang pohon ini, kemudian menyembur tanaman hijau yang merambat.
Proposal dari karya seni ini terpilih dalam event Jakarta Architecture Festival 2023 yang diadakan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI). Karya seni ini dipamerkan di Thamrin Nine Tower, Jakarta.
Rizki Tridamayanti Siregar, ketua tim Matra Studio menjelaskan, ia dan tim membuat karya seni ini dibantu mahasiswa UMN dari Prodi Arsitektur dan Film.
Sampah plastik didapat dari sebuah perusahaan sabun cuci yang biasa membuang limbah plastik berukuran panjang. Plastik-plastik tersebut kemudian dikumpulkan untuk kemudian didaur ulang.
“Kita berhasil kumpulkan 200 kilogram sampah plastik. Sampah plastiknya kita cuci dan jemur. Ketika sudah bersih, kita kirim ke pengolahan sampah,” ujar Rizki, Selasa, 19 September 2023.
Menurut Rizki, dalam mengolah sampah plastik, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan spesialis upcyle material, Mortier.
Perusahaan ini memiliki mesin cetak sampah.
“Sampah plastiknya kemudian dipres hingga bentuknya padat dan keras, lalu dipotong menyerupai puzzle, yang mudah untuk dirakit,” jelasnya.
Rizki mengatakan, seluruh proses pengolahan limbah plastik hingga berupa karya seni pajangan seperti ini dari kegiatan pengabdian masyarakat LPPM UMN.
Ia mengatakan, pajangan Plasticity Tree akan coba dijual, jika ada masyarakat yang mau membelinya.
Menurut Rizki, selain membuat karya seni berupa pajangan, pihaknya juga berhasil membuat kap lampu, tas, dan lainnya.
“Kita mau nawarin sih, tapi belum ada yang beli. Tapi goal lainnya kita coba mengurangi sampah,” tandasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











