SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Banyak orang yang memutuskan untuk berumahtangga dalam usia muda.
Tak heran, jika sekarang banyak pasangan muda yang sudah memiliki keluarga kecil sendiri.
Seperti pasangan pada umumnya, pasangan muda pun memiliki problem tersendiri. Salah satunya adalah terkait finansial.
Pasangan muda kerap dihadapi dengan persoalan manajemen finansial lantaran keduanya masih sama-sama dalam fase merintis.
Kemampun mengelola keuangan untuk keperluan seperti kebutuhan rumah tangga sehari-hari, pendidikan, dan kesehatan yang sangat penting.
Pasangan muda harus memutar otak income yang mereka dapatkan bisa memenuhi kebutuhan itu.
Selain dengan menabung, asuransi menjadi salah satu pilihan agar kebutuhan itu bisa terpenuhi, terutama di bidang kesehatan.
Windy Anet, pasangan muda yang tinggal di Ciracas, Kota Serang mengaku bersama suaminya harus pintar-pintar dalam mengelola keuangan.
Pendapatan bulanan keduanya harus diatur sedemikian rupa agar tidak kerepotan saat menghadapi sesuatu yang tidak terduga.
Untuk urusan kesehatan, kata Anet, dia mengaku terbantu oleh BPJS Kesehatan.
Ia suami dan dua anaknya terdaftar di BPJS Kesehatan kategori penerima upah.
Menurutnya, hal itu sangat membantu pasangan muda seperti dirinya dalam mengatur pengeluaran.
Dengan terdaftar di BPJS Kesehatan, ia mengaku tidak perlu mengeluarkan uang saat anggota keluarga kecilnya itu jatuh sakit.
“Apalagi sekarang sedang el nino itu, jangankan anak-anak, orang dewasa aja gampang sakit,” ujar Anet.
Ibu dua anak itu menjelaskan, ia sendiri sudah merasakan besarnya manfaat BPJS Kesehatan, baik saat sakit maupun saat melahirkan kedua anaknya.
Gaji yang ia dan suaminya dapatkan bisa dialokasikan untuk keperluan lain seperti kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak, tabungan masa depan, hingga tabungan pendidikan.
Anet menilai pasangan muda lain pun sebaiknya mendaftarkan keluarganya ke BPJS Kesehatan.
Meski pada kategori peserta mandiri, iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya pun tidak besar.
“Jadi kalaupun bukan karyawan yah, peserta mandiri, saya rasa mending daftar saja ke BPJS Kesehatan, iuran bulanannya juga gak besar,” papar Anet.
Menurutnya, besaran iuran bulanan BPJS Kesehatan tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan saat sakit.
“Sakit ringan aja kalau umum ke klinik minimal 100 ribu pasti keluar, hawatirnya saat sakit yang parah, kalau gak ada BPJS Kesehatan pasti harus bongkar tabungan atau jual barang,” papar Anet.
Karena itu, Anet mengajak semua pasangan muda sepertinya untuk mendaftar BPJS Kesehatan agar kesehatan bisa terjamin tanpa mengganggu manajemen keuangan.
Sebagai informasi, jika ingin mendaftar BPJS Kesehatan, sejumlah persyaratan yang perlu disiapkan adalah, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, NPWP, Nomor Handphone, Buku Rekening, Pas foto ukuran 3×4 dengan ukuran digital maksimal 50 kb, dan alamat email.
Jika syarat-syarat itu sudah siap, Anda bisa langsung mendaftar secara online di aplikasi Mobile JKN.
Caranya, unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store atau Apps Store. Kemudian, buka aplikasi Mobile JKN di smartphone Anda, lalu klik “Daftar”.
Pilih “Pendaftaran Peserta Baru”. Setelah membaca ketentuan pendaftaran, lalu klik “Setuju”.
Selanjutnya masukkan NIK KTP, ketik kode captcha. Halaman smartphone akan menampilkan daftar data keluarga dan calon peserta BPJS Kesehatan.
Isi data diri, lalu klik “Selanjutnya”. Setelah itu pilih fasilitas kesehatan (faskes) yang diinginkan.
Masukkan alamat email yang aktif, klik “Simpan” selanjutnya, kode verifikasi akan dikirimkan melalui alamat email yang didaftarkan.
Cek email masuk dan salin kode verifikasi tersebut ke aplikasi Mobile JKN. Setelah itu Anda akan mendapatkan virtual account untuk pembayaran premi.
Jika sudah selesai mendaftar BPJS Kesehatan secara online dan telah melakukan pembayaran, maka peserta resmi terdaftar di BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan juga dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN. (*)












