SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Capaian tahunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 diklaim selalu di atas 90 persen. Hal itu disampaikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sendiri memiliki beberapa program prioritas yang tertuang didalam RPJMD, di antaranya percepatan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, penurunan angka pengangguran, laju pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, prevalensi stunting, penurunan AKI AKB, pengelolaan sampah dan pertanian.
Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Serang Freddy Lamhot Sinurat mengatakan, ada beberapa program prioritas dari bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yakni peningkatan indeks pembangunan manusia atau IPM, yang sudah melampaui dari target yang dicanangkan yakni sebesar 67,29 persen.
“IPM kita di 2022 masih di angka 67,75. Dari sisi RPJMD 67,75 ini melebihi target yang kita tetapkan. Tetapi dibandingkan dengan kabupaten kota di Provinsi Banten kita masih tiga terbawah,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis 5 Oktober 2023.
Menurutnya, peningkatan IPM merupakan pekerjaan yang cukup sulit lantaran membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya intervensi dari pemerintah saja. Selain itu ada banyak indikator yang harus tercapai sehingga peningkatan IPM terjadi.
“Untuk pendidikan dari sarana prasarana boleh dibilang sudah cukup memadai tapi tak cukup disitu Dinas Pendidikan harus meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Serang agar indeks pendidikannya meningkat. Kesehatan, bupati fokus untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan pembangunan puskesmas dan ambulan desa,” jelasnya.
Selain itu, untuk item lainnya yang masuk dalam IPM ialah standar hidup layak yang indikatornya merupakan daya beli masyarakat. “Di dalamnya ada berbagai faktor pendukung seperti pengangguran, kapabilitas masyarakat kabupaten Serang masuk ke dunia kerja ini menjadi tantangan bagi Pemkab Serang. Namun kita memberikan pelatihan-pelatihan agar masyarakat mendapatkan pekerjaan dan indeks daya belinya meningkat,” imbuhnya.
Selain itu, beberapa sektor juga melampaui target yang telah dicanangkan pada tahun 2022. Misalnya untuk pertumbuhan ekonomi dan juga penurunan angka pengangguran.
“Pertumbuhan ekonomi target 2022 2,97 persen sementara realisasi 5,04 persen. Sementara untuk penurunan angka pengangguran dari target 2022 sebesar 11,89 persen, kita berhasil merealisasikan 10,61 persen, artinya jauh melampaui target,” jelasnya.
Sementara itu, untuk infrastruktur jalan di Kabupaten Serang target capaian RPJMDnya sudah tuntas 100 persen sejak tahun 2022. Bahkan Pemkab Serang meningkatkan status jalan desa menjadi jalan Kabupaten Serang yang saat ini sedang dikejar pengerjaannya.
“Bahkan untuk status jalan desa yang ditingkatkan ini capaian nya mencapai 60 sampai 70 persen sudah terbangun. Tinggal nanti sisanya bagaimana sapi tahun 2024,” jelasnya.
Selain itu, untuk program rumah tidak layak huni berdasarkan hasil pendataan pada 2016 terdapat sebanyak 13.649 itu sudah tuntas pada tahun 2023 ini. Untuk rumah tidak layak huni sudah dilakukan pendataan kembali untuk penanganan lima tahun ke depan yakni berjumlah sebanyak 12 ribu.
“Ada faktor covid, ada faktor keluarga baru yang nantinya akan masuk pada penanganan berikutnya,” jelasnya.
Program Bupati Serang yang masuk juga dalam RPJMD ialah penyediaan layanan air bersih untuk wilayah-wilayah di Kabupaten Serang yang kesulitan air bersih, khususnya di wilayah yang sumber airnya kurang layak untuk dikonsumsi.
“Yang menjadi masalah di Pontang, Tirtayasa, Tanara, saat ini investasinya bergeser ke perpipaan tetapi memang nilainya tidak kecil, makanya bertahap,” jelasnya.
Selain itu untuk masalah persampahan masih belum mencapai target yang dicanangkan. Pasalnya, saat ini sistem pengelolaan sampah masih bekerjasama dengan wilayah-wilayah lain dan belum memiliki pengolahan sampah sendiri.
Namun demikian, pada tahun 2023 ini Pemkab Serang sudah menganggarkan untuk pembelian mesin incenerator untuk pengolahan sampah di wilayah Kibin yang nantinya direncanakan akan ada pengelolaan sampah per zona.
“Mudah-mudahan di bulan November ini sudah ada realisasi terkait dengan incenerator. Di tahun depan nanti akan beralih ke zona yang lain. Ini bertahap agar bagaimana pengolahan sampah ini bertahap. Pelayanan persampahan kita targetkan di 2022 , 17,44 persen capaian diangka 14, 7 persen,” jelasnya.
Lalu angka kemiskinan yang masih cukup tinggi dan relatif belum tercapai. “Kemiskinan kita targetkan di 2022 terjadi penurunan hingga 4,22 persen, namun realisasi 4,96 persen,” jelasnya.
Sementara itu untuk sektor pertumbuhan PDRB dari sektor perikanan dan pertanian yang belum sesuai targert perlu peningkatan produktivitas Pertanian dan Pertanian sebagai sektor unggulan Kabupaten Serang.
“Kontribusi PDRB Sektor pertanian target 2022 2,82 persen realisasi 1,44 persen, lalu lontribusi PDRB sektor perikanan target 2022 1,99 persen realisasi 1,28 persen,” jelasnya.
Selain itu ada program prioritas lain di Kabupaten Serang yaitu pembangunan Puspemkab Serang. “Memang di program ibu bupati tidak menargetkan dapat dibangun 100 persen, tetapi menyesuaikan kemampuan anggaran. Saat ini sudah ada 4 Dinas yang berkantor di sana,” jelasnya
“Yang pasti IPM meningkat, Infrastruktur jalan beres, jalan desa kita tingkatkan, pengangguran bertahap kita lakukan pelatihan-pelatihan, lalu kesehatan, prevalensi stunting, menekan AKI dan AKB ini menjadi agenda pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Serang,” imbuhnya.
Meski terdapat beberapa program yang belum memenuhi target, capaian RPJMD di Kabupaten Serang rata-rata mencapai 90 persen. Jika dilihat capaian secara keseluruhan untuk RPJMD 2021-2026 diperkirakan di angka 40 persen.
“Kalau kita rata-rata capaian persentasenya itu 40 persen dari target masih normal kok. Untuk capaian rata-rata setiap tahunnya itu mencapai 90 persen,” pungkasnya.
Pada 2024 mendatang, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah masih akan memfokuskan pada skala prioritas di antaranya, pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, sanitasi air bersih, rutilahu, pelatihan umkm, penyiapan tenaga kerja dan penanganan persampahan.
“Pendidikan fokus penyiapan sarpras dan pemberian beasiswa pada siswa-siswi kurang mampu, lalu untuk kesehatan program stunting, AKB AKI, dan pemenuhan sarpras di masing-masing desa seperti pengadaan ambulan desa. Sementara untuk infrastruktur saat ini fokus membangun jalan desa yang ditingkatkan statusnya kemarin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Merwanda











