SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah video yang berisi tentang teror geng motor di jalanan Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang viral di media sosial (medsos) Instagram. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut seorang pemotor yang berada di lokasi menjadi sasaran.
Dilansir di medsos Instagram Banten Raya Jumat, 6 Oktober 2023 kejadian penyerangan tersebut terjadi pada Rabu 4 Oktober 2023. Dalam video tersebut, pelaku penyerangan berjumlah empat orang.
Mereka mendatangi lokasi dengan dua unit motor. Saat berada di lokasi, dua orang pelaku yang membawa senjata tajam menyerupai celurit mendatangi korban yang diketahui seorang remaja berinisial TM (21) asal Lingkungan Tegal Raya, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang itu.
Saat saling berhadapan, dua pelaku langsung beberapa kali menyabetkan senjata tajam ke tubuh korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Sofwan Hermanto mengaku meminta maaf atas insiden tersebut kepada korban. Ia berjanji akan melakukan upaya antisipasi dengan memaksimalkan kegiatan patroli kamtibmas.
“Mohon maaf atas kejadian ini. Atas kejadian ini kami Polresta Serang Kota akan menindak tegas kepada pelaku kejahatan kelompok-kelompok geng motor yang melakukan kejahatan atau melakukan tindak pidana,” ungkap ujar Sofwan dalam siaran pers yang diterima RADARBANTEN.CO.ID.
Sofwan mengatakan, kejahatan yang dilakukan berandalan jalanan tersebut telah menjadi atensi Polresta Serang Kota. Ia pun akan mengerahkan personelnya untuk melakukan patroli di daerah rawan.
“Ini menjadi atensi dan perhatian. kami akan melaksanakan patroli di daerah rawan dan jam rawan,” kata mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten tersebut.
Sementara itu, TM mengaku kejadian penyerangan geng motor tersebut terjadi sekira pukul 05.30 WIB. Saat kejadian, ia bermaksud membeli sarapan.
“Saat kejadian saya ingin membeli sarapan nasi uduk di daerah serdang korban di datangi oleh dua orang yang turun dari motornya sambil mengacungkan senjata seperti celurut,” katanya.
Para pelaku yang melakukan penyerangan tersebut membuat korban takut. Ia pun dengan spontanitas berteriak minta pertolongan.
“Saya melakukan perlawan dan berteriak meminta tolong. Teriakan saya membuat pelaku panik lalu pergi meninggalkan lokasi,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor : Merwanda











