SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terus menggenjot peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Serang. Upaya tersebut ditempuh lantaran indikator IPM merupakan kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Serang.
Tatu mengatakan, akan menggenjot program-program yang belum terselesaikan dalam periode sebelumnya.
“Yang belum selesai kita selesaikan, kemudian karena di infrastruktur jalan ini sudah lumayan baik, kita fokus ke Puspemkab, karena kita juga harus terus kejar agar bisa cepat serah Terima dengan Kota Serang,” katanya Minggu 8 Oktober 2023.
Ia mengatakan, selain pembangunan infrastruktur, pihaknya juga akan menggenjot peningkatan ekonomi khususnya ekonomi masyarakat agar persoalan pengangguran di Kabupaten Serang dapat terselesaikan.
“Karena jumlah pengangguran di Kabupaten Serang kan cukup tinggi dan kita tidak mungkin mengandalkan industri yang ada di Kabupaten Serang, jadi peluang kerja ini harus kita buka,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam pementasan pengangguran di kabupaten Serang tidak hanya cukup mengandalkan industri-industri yang ada di kabupaten Serang, melainkan juga memaksimalkan peran OPD terkait dengan peningkatan UMKM.
“Kita sedang terus meningkatkan UMKM, baik yang baru dibentuk ataupun peningkatan dari mikro ke kecil, kecil ke menengah atau menjadi besar itu terus kita kawal supaya dalam rangka menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Menurutnya, sebagai kawasan industri akan banyak menarik para pencari kerja dari seluruh daerah sehingga Pemkab Serang harus mecari alternatif lain agar peluang kerja semakin terbuka.
Selain itu, pihaknya di tahun depan juga akan menggenjot program-program yang belum tercapai seperti peningkatan layanan air bersih serta penanganan permasalahan sampah yang masih menjadi persoalan di Kabupaten Serang.
“Tahun ini akan ada dua mesin yang dibangun di Kabupaten Serang, semoga setiap tahun bisa bertahap dan menyelesaikan persoalan sampah, karena ini menjadi ujung pangkal persoalan kesehatan di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Sementara untuk peningkatan rata-rata lama sekolah yang masih menjadi PR di Kabupaten Serang pihaknya akan menggulirkan program paket kesetaraan bagi mereka yang putus sekolah.
“Jadi rata-rata lama sekolah ini di hitung bukan yang sekarang sekolah tapi 25 tahun ke atas itu sekolahnya di rata-ratakan paling sekelas SD SMP. Caranya kami ada program-program kejar paket A, B, C, supaya yang belum punya ijazah ngejar ke sana,” terangnya.
Selain itu pihaknya juga akan kembali menggulirkan program beasiswa bagi siswa siswi kurang mampu dan berprestasi agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
“Beasiswa insya allah akan ditambah, karena sekarang bertambah ke S2 ya guru MIPA, kita sudah kerjasama, alhamdulillah lulus tes di IPB. Kami tegaskan tidak boleh ada siswa yang putus sekolah di Kabupaten Serang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











