PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 1.238 desa bakal menerima anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi Banten sebesar Rp100 juta pada tahun 2024.
Anggaran Bankeu Rp100 juta yang diguyur Pemprov Banten itu sebagai upaya mendukung pembangunan serta percepatan penurunan stunting di tingkat desa se-Provinsi Banten.
Pj Sekda Banten Virgojanti mengatakan, Pemprov Banten terus berupaya melakukan percepatan penurunan angka stunting. Salah satunya lewat Bankeu itu tadi.
“Kami melalui anggaran Provinsi Banten ada anggaran bantuan Keuangan Desa yang Insya Allah tahun depan naik lagi. Jadi Pak Pj Gubernur Al Muktabar menyetujui kenaikan anggaran Bankeu tahun 2024. Mudah-mudahan bisa Rp 100 Juta per desa,” katanya di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Senin 9 Oktober 2023.
Virgojanti menjelaskan, dari anggaran Rp100 juta itu juga dititipkan anggaran untuk penanganan stunting. Jadi anggaran Bankeu pada tahun kemarin Rp15 juta juga diminta untuk penanganan stunting nya Rp5 juta.
“Untuk tambahan makanan di desa, kemudian diolah oleh PKK. Kemudian tahun ini Rp 60 juta juga, ada buat stunting juga nah kemudian tahun depan (dari Rp 100 juta) masih ada untuk stunting, jadi kita semua berjibaku supaya stunting ini benar-benar hilang dari wilayah Provinsi Banten,” katanya.
Terkait stunting, Virgojanti mengungkapkan di Banten ada dua wilayah yaitu Pandeglang dan Kabupaten Lebak yang kasusnya lumayan tinggi.
“Secara keseluruhan tingkat stunting itu 24 persen sekarang sudah turun menjadi 20 persen berdasarkan data tahun 2022, data per 2023 data berjalan laporan terakhir dinas pemberdayaan perempuan dan anak itu ada penurunan 3,26 persen jadi ada penurunan sudah di angka 16 persen,” katanya.
Selanjutnya, kemarin sudah dihitung lagi berdasarkan jumlah anak-anak ditimbang itu sudah mencapai sekitar 12 persen penurunan kasus anak stunting di Banten.
“Tentunya keberhasilan kita menurunkan angka stunting ini bukan kerja kami di jajaran pemerintah saja. Tapi juga seluruh stake holder, peran pentahelix termasuk dunia usaha,” kata Virgojanti.
“Kebetulan di Banten ini ada juga perusahaan-perusahaan bergerak di sektor peternakan, ini bantuan telurnya juga senantiasa sampaikan kepada kita, kita teruskan ke ibu PKK untuk juga bisa dibagikan di beberapa wilayah yang memang anak-anak stuntingnya cukup tinggi,” lanjut Virgojanti.
Berdasarkan data, anak stunting per Februari 2023, jumlah anak sudah pulih itu sebanyak 18.152 anak. Ini adalah hasil kerja keras seluruh TP PKK dan jajaran provinsi dan juga kabupaten dan kota termasuk Kabupaten Pandeglang.
“Sehingga jumlah anak stunting yang masih dalam penanganan saat ini kurang lebih 11.642 anak lagi. Ini by name by address, alamatnya semua ada, jadi tentunya kita fokus menyelesaikan itu,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











