SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan warga Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, dan Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang menggelar aksi di depan PT Berkat Sentra Alam (BSA) yang berlokasi di Kampung Solor Lor, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara.
Aksi dilaksanakan lantaran warga mendesak agar perusahaan pengolah batu bara tersebut menutup total operasinya lantaran telah mencemari lingkungan dan sangat merugikan warga.
Pantauan di lokasi terlihat masa aksi telah berkumpuli halaman PT BSA sejak pukul 13.30 WIB. Mereka tiba dengan menggunakan kendaraan losbak dan juga membawa kendaraan sepeda motor.
Tak lupa masa aksi juga membawa spanduk panjang bertuliskan tuntutan agar PT BSA dapat segera ditutup secara total dan tidak ada negosiasi. Sepanduk itupun kemudian dipasang di depan gerbang utama perusahaan sebagai simbol penyegelan.
Selain membawa spanduk berukuran besar, warga juga membawa karton-karton yang berisi tuntutan. Bahkan ada juga poster yang bertuliskan ‘PT BSA: Itu Racun’ dan banyak lagi.
Setelah beberapa lama berorasi, tidak ada satupun perwakilan dari pihak perusahaan yang mendatangi masa aksi. Aksi pun sempat memanas saat masa aksi hendak merangsek masuk lantaran pihak perusahaan tidak kunjung menemui masa aksi. Beruntung pihak kepolisian mampu menenangkan masa aksi.
Karena tak kunjung mendapatkan tanggapan, masa aksi pun kemudian memutuskan untuk pindah ke halaman kantor Kecamatan Bojonegara untuk melanjutkan aksinya.
Salah seorang masa aksi Rojudin dalam orasinya mengatakan, keberadaan PT BSA sangat merugikan dan mengancam kesehatan masyarakat.
“Debu fly ash yang ditimbulkan, debu batu bara yang ditimbulkan telah mengganggu kenyamanan kita semua,” katanya, Jum’at 13 Oktober 2023.
Menurutnya, lokasi dari PT BSA yang tepat berada di tengah-tengah permukiman warga sangat merugikan dan mengancam kesehatan. Sehingga mereka mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.
“Sekitar PT BSA banyak lembaga pendidikan, bahkan ada tempat peribadatan dan pemukiman semua terdampak. Ini sangat mengganggu, makanya kita tidak rela anak-anak kita, putra putri kita terserang ispa karena terpapar debu,” tegasnya
“Oleh karena itu tanpa kompromi, tampa negosiasi satu tuntutan kita agar ditutup,” imbuhnya.
Setelah menyampaikan orasinya, perwakilan masa aksi kemudian melakukan dialog dengan pihak Kecamatan Bojonegara, pihak desa dan juga pihak Kepolisian. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











