CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib menyedihkan dialami puluhan anak di Kota Cilegon. Mereka menjadi korban eksploitasi oleh orang tua maupun keluarganya sendiri.
Kondisi tersebut terungkap pada peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Rabu, 18 Oktober 2023.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Agus Zulkarnain menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya, sejumlah anak dilaporkan jadi korban eksploitasi.
Menurut Agus, kondisi itu tidak bisa ditampik karena selain adanya data laporan, juga terlihat di permukaan jika masih banyak anak yang dieksploitasi.
Agus mencontohkan, masih ada anak-anak yang mengamen atau berada di jalanan sebagai salah satu gambaran eksploitasi itu terjadi.
“Iya, kita tahu masih ada anak yang dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” ujar Agus.
Dikatakan Agus, bentuk eksploitasi pada anak biasanya terjadi dalam bentuk anak didorong untuk bekerja.
Anak yang seharusnya bermain dan belajar, justru didorong untuk bekerja seperti mengamen, memungut barang bekas, atau dalam bentuk lainnya.
Menurutnya, untuk menyikapi persoalan tersebut, perlu peran serta bersama semua stakeholder.
Peran masyarakat pun sangat diperlukan agar anak-anak di Kota Cilegon bisa terhindar dari tindakan eksploitasi.
“Kita pun kerap rapat lintas sektor untuk menyikapi persoalan ini,” ujar Agus.
Menurut Agus, secara keseluruhan ada sekira 40 anak di Kota Cilegon menjadi korban eksploitasi maupun kekerasan.
Upaya-upaya pencegahan dan sosialisasi terus dilakukan DP3AP2KB Kota Cilegon untuk menekan persoalan tersebut. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agus Priwandono












