SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Para pemilik hewan yang berpotenis menjadi Hewan Penular Rabies (HPR) diminta untuk memberikan vaksinasi rabies.
Hal tersebut sebagai langkah antisipasi agar hewan peliharaan yang menjadi HPR seperti kucing, anjing, dan kera tidak tertular penyakit rabies.
Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Tutur Kristanto mengatakan, pada tahun ini pihaknya menemukan beberapa kasus gigitan HPR di Kabupaten Serang.
“Kita ada beberapa kasus di Kabupaten Serang. Kasus gigitan detilnya ada beberapa daerah, mungkin sekitar lima kasus gigitan, untuk detailnya bisa dicek lagi karena datanya ada di Bidang Peternakan,” katanya, Kamis, 19 Oktober 2023.
Namun demikian, kasus gigitan yang terjadi di Kabupaten Serang bukan karena virus rabies, melainkan faktor lain.
“Menggigitnya itu bukan karena terinfeksi rabies, tetapi provokasi baik dari pemilik atau masyarakat, lingkungan, karena stres, ketakutan. Lalu ada yang lagi menyusui indukannya jadi nalurinya protektif tinggi, sejauh ini tidak ada yang positif rabies,” tegasnya.
Ia mengatakan, sepanjang tahun 2022 dan 2023, pihaknya belum menemukan kasus rabies di Kabupaten Serang.
“Untuk Provinsi Banten, kita sedang proses Banten bebas rabies, insya Allah kalau memang dalam beberapa tahun tidak ada kasus gigitan baru kita bisa mendikler Banten bebas rabies,” jelasnya.
Kendati belum ada temuan kasus rabies di Kabupaten Serang, lihaknya meminta kepada masyarakat yang memiliki hewan yang merupakan HPR agar diberikan vaksinasi rabies.
“Vaksinasi rabies masih terus dilakukan, kita target di Kabupaten Serang yang diberikan Provinsi sudah terlaksana, sudah sekitar 450-an ekor yang kita vaksinasi,” terangnya.
Namun demikian, pihaknya masih memggenjot capaian vaksinasi agar Kabupaten Serang dapat terbebas dari rabies.
Ia mengatakan, untuk masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi rabies, dapat menghubungi penyuluh pertanian.
“Kalau ingin dapat vaksinasi rabias untuk masyarakat Kabupaten Serang bisa minta ke penyuluh pertanian yang ada di kecamatan, nanti teman-teman akan koordinasi ke kita. Nanti kita data dulu berapa yang sudah terdaftar, baru kita ajukan,” tegasnya.
Ia menegaskan jika vaksinasi merupakan upaya pencegahan yang tentunya dilakukan saat kondisi hewan peliharaan sehat.
“Bisa kita vaksin karena melihat kondisi kesehatan dari kucingnya, kalau memang dia sedang tidak sehat suhu nya tinggi tidak kita vaksin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











