LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Tenun Baduy berhasil menembus pasar Tiongkok. Kepastian ini setelah Shagira Fashion milik Ati Diantini, desainer tenun Baduy asal Kabupaten Lebak, menjalin kerja sama dengan perusahaan asal China.
Shagira Fashion melakukan memorandum of understending (MoU) dengan perusahaan asal China guna pengadaan pakaian etnik dari bahan tenun Baduy sebanyak 50 ribu pieces per tahun senilai Rp 50 miliar.
Shagira Fashion mengikuti pameran Trade Expo Infonesia (TEI) ke 38 tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada 18 sampai 22 Oktober 2023 di ICE, BSD, Tangerang.
Pameran ini digelar bertujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar global.
“Ya, alhamdulillah nantinya ada home mode Shagira Fashion asal Lebak yang ekspor ke China. Mereka dilirik perusahaan asal China pada pameran TEI 2023 di Tangerang,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak Orok Sukmana, Minggu, 23 Oktober 2023.
Orok mengatakan, Shagira Fashion telah bersepakat dengan sebuah perusahaan asal China yang tertarik akan prodak Shagira Fashion yang dipamerkan di TEI 2023.
“Perusahaan asal China itu menawarkan ke Shagira Fashion agar menyedaiakan 50 ribu pakakan tenun Baduy dengan nilai kalau gak salah Rp 50 miliar. Tentunya, ini kesempatan yang luar biasa produk anak Lebak tembus ke China,” ujarnya.
Orok mengatakan, Shagira Fashion merupakan salah satu IKM binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Ia mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang telah memfasilitasi para IKM untuk hadir dalam ajang pameran tersebut.
“Pemkab Lebak akan terus memfasilitasi untuk para IKM agar dapat terus berkembang memasarkan produk mereka. Semisal ikut serta dalam ajang pameran. Seperti hadir dalam ajang pameran TEI 2023, sehingga bisa menarik minat calon buyer dari luar negeri,” ujarnya.
Pemkab Lebak juga terus melakukan pembinaan agar pelaku usaha terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka sehingga dapat bersaing dengan produk asal daerah lain maupun mancanegara.
Sementara itu, Ati Diantini, owner Shagira Fashion membenarkan pihaknya telah bekerja sama dengan sebuah perusahaan asal China yang tertarik dengann produk yang ditawarkan pada ajang TEI 2023.
“Mereka mintanya 50 ribu pieces untuk jenis pakaian etnik dari bahan tenun Baduy, di mana satu pieces-nya senilai Rp 1 juta. Mudah-mudahan kami bisa menyanggupinya. Karena kami bukan konveksi tapi home mode. Untuk saat ini tahap awal kami hanya semampunya aja dan dari pihak sana sudah menyetujuinya,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi











