LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Warga Lebak menyerbu Bendungan Karian untuk melihat indahnya senja dan menyaksikan sisa-sisa Kampung Sinday, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, yang kini sudah tenggelam.
Kampung Sinday merupakan salah satu kampung yang tergusur proyek Bendungan Karian. Bendungan yang memasok air baku untuk wilayah Banten dan Jakarta ini mulai dialiri air sejak bulan September 2023.
Air bendungan yang terus meninggi, menjadi objek wisata dadakan bagi warga Lebak. Seperti pada Minggu, 22 Oktober 2023, sekira pukul 16.00 WIB, warga menyerbu Bendungan Karian.
Kedatangan warga tersebut, untuk melihat rumah yang tenggelam dan beramai-ramai melihat indahnya senja.
Kampung Sinday yang tadinya luas, saat ini menjadi hamparan air. Ketinggian air sudah menenggelamkan sebagian rumah warga, ada juga beberapa rumah yang masih terlihat utuh.
Warga Kampung Sinday, Sopian Sauri, mengatakan, kedatangan warga karena antusias ingin melihat indahnya senja di areal Kampung Sinday yang masih tersisa.
“Sebelumnya memang banyak yang datang, tapi hari ini lebih ramai karena akhir pekan, karena hari libur,” kata Sopian kepada Radar Banten, Minggu 22 Oktober 2023.
Menurut Sopian, warga yang datang bisa melihat keindahan hamparan air sambil duduk santai di area bendungan.
“Sebenarnya ini wisata dadakan aja warga, di sini ada saung yang kebetulan sering digunakan warga untuk berkumpul,” ucapnya.
Untuk Bendungan Karian saat ini sudah beroperasi pada 29 September 2023 lalu. Rencananya bendungan tersebut akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Desember 2023.
Keberadaan Bendungan Karian meliputi lima wilayah di Lebak, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Sajira, Cimarga, Kalanganyar dan Maja menjadikan Bendungan Karian sebagai yang terbesar ketiga di Indonesia.
Sementara warga Sinday lainya, Usu Sunardi, berharap keberadaan Bendungan Karian dapat memberikan manfaat bagi warga.
“Semoga bisa memberikan manfaat nyata, seperti menciptakan peluang usaha bagi warga dan juga menumbuhkan perekonomian masyarakat di sini,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor : Aas Arbi











