PLTU per harinya membutuhkan 200 ton BBJP. Sementara ini, per hari baru menghasilkan lima ton dan akan ditingkatkan menjadi 10 ton per hari masih jauh.
“PLTU butuh 200 ton berarti kan berarti harus ada tangan-tangan hebat berdayakan yaitu masyarakat melalui bank sampah. Masyarakat dengan sendirinya jadi habit, pilah sampah dari rumah mana yang bisa dipecah untuk bisa di-recycle lagi silakan dijual lagi ke tempat lain dan silakan untuk pengolahan BBJP alangkah baiknya,” katanya.
Dalam tahap uji coba sementara yang sudah dikirim baru 52,6 ton. BBJP ini hasil produksi lima ton per harinya.
“Mudah-mudahan hari ini sukses ini kita punya aset lah, punya modal lagi untuk beli mesin pencacah sampah. Ya karena kita baru punya dua unit mesin pencacah, dua unit menghasilkan dua ton, kita tambah lagi satu unit besar atau dua unit besar agar bisa mencapai 20 ton per hari, doakan kita bisa beli nanti yang 800 kilogram, itu tiga unit semoga bisa mengimbangi walaupun itu masih jauh,” katanya.
Direktur PD PBM, Zaenal Huri mengatakan, uji coba BBJP ini tindak lanjut hasil kerja sama PBM dengan Indonesia Power (PLTU Banten 2 Labuan.
“Ini kan MoU antara Indonesia Power dengan Pemda lalu Pemda menugaskan BUMD di Pandeglang Berkah Maju untuk menindaklanjuti MoU tersebut dengan melakukan perjanjian kerja sama yaitu perjanjian kerja sama pengadaan bahan uji bakar BBJP. Hari ini kita lakukan ini adalah tadi setelah dilihat parameter dan lain-lain di sistem ternyata sementara dinyatakan berhasil,” katanya.
Senior Manager PLTU Banten 2 Labuan, Wisnu Kurniawan, mengungkapkan bahwa BBJP ini sudah dirintis semenjak tahun 2022.
“BBJP produksi PD PBM sudah sesuai standar SNI. Kualitasnya sudah mencapai 3.800 kalori untuk dijadikan bahan bakar, tahap uji coba kita mitching di sini dan hasilnya sementara ini bagus,” katanya.
Wisnu berharap, PD PBM bisa menjaga kualitas sesuai standar kebutuhan PLTU. Jadi nanti kualitas BBJP ini parameternya akan diukur baik keandalan pembangkit, efisiensi, baik lingkungan.
“Karena kalau kualitas tidak bagus tentu akan merusak operasional kita. Bahkan pelanggan secara penuh sehingga diharapkan PD PBM tetap menjaga kualitas hasil produksi BBJP,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono












