SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah Desa Margagiri meriah juara umum dua kali berturut-turut dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang tahun 2022 dan 2023, desa di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, tersebut akan didorong menjadi Desa Wisata.
Hal tersebut bertujuan agar keindahan dan kerapihan yang sudah terbentuk di Desa Margagiri dapat dinikmati oleh masyarakat luar dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, mengaku sangat kagum dengan kondisi lingkungan di empat RW di Desa Margagiri yang sangat terawat dan indah. Ia pun mengapresiasi Kepala Desa Margagiri yang mampu mengajak masyarakatnya.
“Saya lihat ya ini pak Kades bisa mengajak masyarakat, ini modal utama. Dengan maunya masyarakat diajak diberdayakan kita lihat empat RW ini semua bersih ini modal utama,’ katanya, Selasa, 24 Oktober 2023.
Ia mengatakan, selain kebersihan dan kekompakan masyarakat, Desa Margagiri juga memiliki modal dasar menjadi Desa Wisata, yaitu spot-spot yang indah dan menarik.
“Ini juga memiliki spot-spot yang bisa dijual dan dipoles sedikit bisa jadi Desa Wisata. Desa Margagiri ini bisa memiliki beberapa titik Desa Wisata, ini modal utama,” tegasnya.
Menurutnya, dengan terbentuknya Desa Wisata, akan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Margagiri.
“Karena ketika ada tempat bisa narik pengunjung ke sini, otomatis ekonominya bergerak,” terangnya.
Untuk menuju hal tersebut, pihaknya akan mendukung hal-hal yang masih menjadi kekurangan di desa tersebut untuk menjadi Desa Wisata dengan mengarahkan dinas terkait untuk ikut membantu melengkapi kekurangan yang ada di Desa Margagiri.
“Tinggal nanti ditambah pentas musik misalkan setiap malam minggu ada pagelaran musik, jangan sampai kadang ada, kadang enggak ada. Agar nanti misalkan ada wisatawan ingin ngopi lalu duduk di bawah pohon sambil dengerin musik, bisa datang ke RW sini,” jelasnya.
Ia pun akan mendukung langkah Pemerintah Desa Margagiri yang akan mendorong agro wisata di tanah bengkok milik desa.
“Tentu kita akan support, misalnya dalam bentuk pengelolaan sampah, sudah ada komunitas pengelolaan, tinggal kita siapkan yang dibutuhkan, mesin pengelolaan sampah, cator itu akan kita support. Tinggal pak Kades dengan RW yang berdiskusi untuk menentukan apa yang menjadi kebutuhan dan bisa di-support oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Tatu berharap, keindahan di Desa Margagiri dapat dinikmati juga oleh warga dari luar Kabupaten Serang.
“Harapannya terus dijaga, tapi rasanya ini sudah terbukti karena Margagiri juga jadi juara tahun lalu, tapi belum berubah. Ini luar biasa kalau bisa bertahan satu tahun ini. Apalagi masyarakat menggarap ini semua dengan anggaran swadaya,” pungkasnya.
Kepala Desa Margagiri, Ruhul Amin, mengatakan jika LKBA jangan dimaknai sebagai perlombaan semata, melainkan kegiatan positif yang dapat turut mengubah kebiasaan ke arah yang lebih baik. Termasuk nantinya akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat melalui Desa Wisata.
“Insya Allah, dengan potensi yang ada Desa Margagiri, saya akan me-launching Desa Wisata pada bulan Desember,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono












