TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel menemukan Caleg ganda. Seorang Caleg itu mendaftar di dua partai politik yang berbeda.
Ketua Bawaslu Tangsel, Muhammad Acep mengatakan, Caleg ganda tersebut terdaftar di dua partai, yakni PDIP dan PSI.
Menurut Acep, pihaknya mengetahui ada Caleg ganda pada masa verifikasi administrasi Daftar Calon Tetap (DCT).
“Ditemukan satu Caleg ganda dari PDIP dan PSI, untuk Dapil II Pamulang,” ungkap Acep dalam rapat koordinasi bersama wartawan di kantor Bawaslu Kota Tangsel, Serpong, Kamis 26 Oktober 2023.
Acep mengatakan, KPU Tangsel telah mengonfirmasi bahwa Caleg ganda tersebut telah diklarifikasi dan dibuatkan berita acaranya.
“Bahwa Caleg ganda tersebut memilih PSI, bukan PDIP,” jelas Acep.
Menurutnya, PDIP dapat menggugat KPU Tangsel ke Bawaslu Tangsel dengan melakukan proses sengketa jika tidak menerima putusan tersebut.
“PDIP bisa melakukan gugatan ke Bawaslu Tangsel agar bisa diselesaikan melalui proses sengketa,” ujarnya.
Kendati demikian, Acep melanjutkan, sejauh ini PDIP baru menyampaikan surat keberatan kepada KPU Tangsel.
Ketua KPU Tangsel, M. Taufiq menjelaskan, Caleg ganda tersebut bernama Syafei.
Menurut Taufiq, Syafei sudah memilih PSI sebagai partai politik untuk mengantarnya di Pileg 2024.
Taufiq menjelaskan, penemuan Caleg ganda itu bahwa pada 2 Oktober 2023 PDIP men-submit data Calegnya, tanpa masalah dan perubahan.
Kemudian, PSI men-submit data calegnya pada tanggal 3 Oktober 2023.
“Di antara data PDIP dan PSI ada nama Syafei, lalu KPU Tangsel pada tanggal 4 Oktober memverifikasi, baru ditemukan di Silon terdapat data ganda,” ujar Taufiq.
Taufiq mengatakan, dalam data PSI, dilampirkan juga surat pengunduran Syafei dari PDIP.
“KPU Tangsel mengundang yang bersangkutan (Syafei), bahwa yang bersangkutan juga telah menjelaskan surat pengunduran dirinya di PDIP,” jelas Taufiq.
Taufiq mengatakan, kasus Caleg ganda juga pernah terjadi antara Partai Garuda dan Partai Perindo. Pada akhirnya, Caleg tersebut memilih Partai Perindo. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











