PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua warga Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang meninggal dunia tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung, Kamis, 26 Oktober 2023. Kedua warga yang meninggal atas nama Rukman (71), warga Kampung Badengong, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung dan seorang anak bernama Nasya (5) anak pasangan Pipin dan Rani warga Kampung Kompleks Karang Indah, Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
Kasi Logistik Peralatan dan SDM Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang Rian Sutansyah mengatakan, telah menerima laporan adanya korban jiwa akibat tertimpa pohon tumbang.
“Korban meninggal dua orang akibat tertimpa pohon tumbang. Satu korban warga Kelurahan Pagadungan dan satu korban warga Kelurahan Kadumerak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 26 Oktober 2023.
Satu korban lansia atas nama Rukman (71) warga Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung. Meninggal karena tertimpa pohon kelapa tumbang saat perjalanan pulang dari kebun.
“Satu korban lagi atas nama Nasya berusia lima tahun. Meninggal karena pohon pete besar di belakang rumah roboh menimpa atap bangunan rumah hingga mengakibatkan roboh dan menimpa korban,” katanya.
Kasi Damkar pada BPBD-PK Kabupaten Pandeglang Mohamad Ali menambahkan, bencana angin kencang disertai hujan deras dan badai petir pikul 14.10 WIB
“Ada 10 lokasi pohon tumbang di wilayah Kecamatan Karangtanjung, di Jalan Ahmad Yani dan Jalan AMD Lintas Timur. Dari 10 titik, ada kejadian satu titik di kompleks Karang Indah, ada korban meninggal dunia yaitu Adinda Nasya, umur lima tahun,” katanya.
Sekarang ia bersama – sama tim tengah melakukan penanganan untuk pohon tumbang.
“Mohon doanya semoga cepat berjalan lancar dalam penangan pohon tumbang. Ada menimpa perkantoran, rumah, termasuk di jalan raya,” katanya.
Warga Kelurahan Kadumerak, Arifin mengungkapkan, sebelum kejadian pohon pete menimpa rumah korban Nasya itu hujan deras disertai angin kencang.
“Jadi di dalam rumah itu ada tiga orang. Dua orang anak kecil yaitu korban Nasya dan adiknya serta satu orang asisten rumah tangga,” katanya.
Namun secara tiba – tiba pohon pete di belakang rumah tumbang dan roboh hingga mengakibatkan atap rumah ambruk. Menyebabkan tiga orang tertimpa bangunan dan satu orang atas nama Nasya meninggal dunia.
“Sebelum musibah itu terjadi, anak yang ketiga itu cerewet ngajak main ke luar rumah namun karena ujan gak diturutin. Eh enggak lama, kejadian,” katanya.
Korban Nasya ini anak pasangan dari Pipin dan Rini. Saat kejadian, kedua orangtuanya masih berada di tempat kerja, ayahnya di Samsat Cilegon dan ibunya Bidan Rini di Puskesmas Bangkonol.
“Sebetulnya kita sudah meminta agar pohon pete di belakang rumah ini ditebang. Bilangnya nanti kalau sudah panen, setelah panen enggak ditebang keburu kejadian begini,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita menyampaikan, turut berduka cita atas adanya dua korban jiwa karena tertimpa pohon tumbang.
“Kami turut berduka cita dan prihatin atas kejadian bencana menyebabkan dua orang meninggal dunia. Terkait bencana ini Dinsos dan BPBD sudah turun ke rumah duka dan korban bencana,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











