LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kebutaan permanen dialami oleh Rusmani (70) warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Anehnya, kelima anak Rusmani juga mengalami kondisi yang sama.
Kelima anak Rusmani itu adalah Rohimi (50), Hindun (40), Maesaroh (35), Junaedi (34), dan Kokom (27).
Kondisi keluarga ini sangat memprihatikan.
Terkait dengan kondisi keluarga Rusmani, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan jika keluarga Rusmani sudah menerima bantuan dari Pemerintah.
“Jadi mereka itu sudah menerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), menerima PKH (Program Keluarga Harapan), dan menerima program Lebak Sejahtera karena disabilitas, jadi sudah clear” kata Eka, Jumat, 27 Oktober 2023.
Rusmani dan kelima anaknya mengalami kebutaan. Belum diketahui penyebabnya.
Awalnya mata Rusmani dan kelima anaknya normal. Namun saat ini semuanya mengalami kebutaan permanen.
Eka menjelaskan, terkait dengan informasi yang viral dengan kondisi keluarga Rusmani yang memprihatinkan. Saat ini Dinsos Lebak sudah memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.
“Jadi mereka merupakan keluarga penerima manfaat, tolong bisa cek ke kami, ke Dinas sosial,” ujarnya.
Diungkapkan Eka, faktor penyebab keluarga tersebut mengalami kebutaan karena faktor genetik, sehingga mengakibatkan kebutaan permanen.
“Mungkin karena kondisi keturunan, faktor kebiasaan, faktor ekonomi, mungkin karena lingkungan, jadi banyak. Mungkin penyebabnya itu,” ungkap Eka.
Eka menyebutkan, keluarga Rusmani juga sudah terdaftar dalam program BPJS PBI dari Pemerintah Pusat.
“Jadi penerima BPJS PBI dari Pemerintah Pusat, aktif lagi,” ucapnya.
Dinsos Lebak saat ini berencana akan membangun pembangkit rumah milik Rusmani yang menjadi tempat tinggalnya bersama lima anaknya. Namun, pembangunan rumah milik Rusmani sedang dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lebak bersama Galih Pakuan Bogor UPT Kemensos RI.
Ketua RW, Halili, merasa bersyukur keluarga Rusmani mendapatkan bantuan karena kondisinya yang saat ini memprihatinkan yang mengalami kebutaan.
“Alhamdulillah ya, sekarang mendapat bantuan. Sebelumnya memang pernah diperiksa matanya tapi belum diketahui penyebab kebutaan. Tapi sekarang ada bantuan juga dari Pemerintah, PKH dan BPNT,” pungkasnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











