SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta kembali mengadakan pengabdian masyarakat di Puloampel, Kabupaten Serang. Kali ini memberikan pelatihan dan pembuatan teknologi tepat guna (TTG) pengawet ikan alami metode pengasapan dengan menggunakan drum sistem rangkaian seri.
Kegiatan tim pengabdian masyarakat yang diketuai Purwo Joko Suranto dengan anggota 3 dosen dan 10 orang mahasiswa ini disabut antusias oleh warga. Apalagi metode pengawetan dengan pengasapan ikan merupakan salah satu metode pengawet ikan secara alami dan tidak menggunakan zat kimia sehingga baik untuk kesehatan.
“Alat teknologi tepat guna ini termasuk pengasapan dalam karena ikan berada di dalam drum dan menjadikan ikan lebih hiegenis,” jelas Purwo Joko Suranto dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 November 2023.
Purwo menjelaskan, proses pembuatan alat TTG ini cukup sederhana dengan menggunakan dua buah drum atau tong bekas minyak pelumas sebagai bahan utama. Setelah sedikit dimodifikasi serta penambahan rak-rak di dalam tong tersebut untuk penempatan ikan-ikan yang akan diawetkan. Kemudian drum tersebut disusun sedemikian rupa hingga terbentuk susunan seri pada drum.
Alat TTG itu, lanjut dia, dioperasikan dengan pengasapan yang dihasilkan dari proses pembakaran dari arang batok kelapa dengan lama pengasapan sekitar 4 sampai 5 jam. Sesuai uji kadar air ikan asap, dengan menggunakan meat moisture dihasilkan ikan asap dengan kadar air 58,5 persen, sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu kadar air ikan asap tidak boleh melebihi dari 60 persen.
“Ikan asap yang telah dihasilkan oleh alat TTG tersebut kemudian divakum di dalam plastik dengan menggunakan alat vakum. Sesuai uji ketahanan terhadap waktu, ikan yang sudah divakum tersebut dapat bertahan selama 14 hari. Masih layak untuk dikosumsi tanpa dimasukkan ke dalam alat pendingin,” ungkapnya.
Purwo memastikan, apabila dalam satu hari ikan belum habis terjual dan agar tidak busuk atau terpaksa dijual murah, maka bisa diawetkan dengan alat TTG itu sehingga masa penjualan bisa bertambah lama dan harga jual masih tetap bagus. “Dengan adanya alat ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat desa nelayan,” lanjutnya.
Menurutnya, pengabdian masyarakat dengan cari itu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai langkah untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.
Menyediakan TTG untuk nelayan skala kecil terhadap sumber daya laut dan pasar guna meningkatkan kesejahteraan mitra kelompok nelayan di Desa Poluampel,” ungkap Purwo.
Editor: Aas Arbi











