PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Nasir mengatakan, fenomena El Nino telah menyebabkan ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Pandeglang mengalami puso akibat lahan sawah mengalami kekeringan. Berdasarkan hasil laporan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang terhiting dari periode 1-15 Oktober 2023, luas tanaman padi mengalami puso di Kabupaten Pandeglang telah mencapai 364 hektare.
Menurut Nasir, pihaknya telah berupaya menyelamatkan tanaman padi agar tidak sampai gagal panen atau puso.
“Upaya penyelamatan telah dilakukan di beberapa wilayah dengan membuat sumur pantek dan pompanisasi. Memanfaatkan sumber air yang ada untuk mengairi lahan pesawahan yang kering,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di ruang Pintar Setda Pandeglang, Rabu, 1 November 2023.
Seperti halnya dilakukan di Kecamatan Carita, Kecamatan Angsana. Lalu juga ada sumur pantek beberapa titik, di Kecamatan Bojong, Kecamatan Carita, Kecamatan Angsana.
“Tapi memang ada juga yang kita tidak bisa melakukan upaya – upaya penyelamatan. Sumber airnya tidak tersedia, kalaupun dibor airnya asin tidak bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian,” katanya.
Sehingga ada beberapa wilayah yang tanaman padinya tidak dapat terselamatkan. Sepertihalnya di wilayah Cikeusik yang tidak ada sumber air dan kalau buat sumur bor juga airnya asin.
“Kurang lebih ada sekitar 400-an (364 hektare) lahan tanaman padi mengalami puso. Nah ini sedang diusulkan bantuan benih dan Alhamdulillah sebagian mengikuti program asuransi jadi tengah diajukan klaim,” katanya.
Program asuransi sebagai upaya meringankan beban petani mengalami bencana puso. Insya Allah nanti akan diklaim sama Jasindo (PT Asuransi Jasa Indonesia).
“Pada saat ini klaim asuransi tengah dalam proses. Mudah – mudahan nanti mendapatkan asuransi itu bisa diklaim oleh petani dan terbayarkan.
Kemudian juga sudah dilaporkan kepada pusat agar bisa secepatnya dicairkan. Adapun hak petani atas klaim asuransi mendapatkan hak uang sebesar Rp6 juta per hektar.
“Itu dari hasil bayar asuransi Rp36 ribu per bulan. Tapi bagi petani yang tidak ikut program asuransi kita tidak bisa membantu (berupa uang) tapi diusulkan program bantuan benih yang mudah – mudahan dapat direalisasikan,” katanya.
Sebelumnya Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nuridawati, kemarau berkepanjangan menyebabkan tanaman padi puso.
“Dari data yang kami kumpulkan, tanaman padi seluas 364 hektar mengalami puso atau gagal panen. Tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Ketujuh kecamatan yang tanaman padi mengalami puso itu di Kecamatan Cikeusik seluas 150 hektar. Kecamatan Panimbang 50 hektar, Kecamatan Sobang 20 Hektar, Kecamatan Angsana 125 Hektar.
“Kemudian Kecamatan Sukaresmi seluas 9 hektar. Kecamatan Cikedal seluas 6 hektar dan Kecamatan Menes seluas 4 hektar,” katanya.
Nuridawati menjelaskan, data luasan lahan puso merupakan data sementara hasil verifikasi dikeluarkan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Berdasarkan hasil laporan dari periode 1-15 Oktober 2023.
“Jadi sementara ini total seluas 364 hektar tanaman padi di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang puso. Dan terkait ini sudah kita usulkan untuk mendapatkan bantuan benih,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Aditya











