LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kabupaten Lebak menjadi daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah di Banten. Hal tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak pada tahun 2022.
Dibandingkan dengan daerah lainnya, IPM di Kabupaten Lebak yang paling rendah. Meskipun jadi yang terendah, angka tersebut masih berada di batas sedang.
Berdasarkan data tersebut Kabupaten Lebak berada di peringkat paling buncit, degan capaian IPM sebesar 64,71 persen pada tahun 2022, dan hanya memiliki pertumbuhan sebesar 1,06 persen pada tahun 2021.
Ai Budiman Statistisi Ahli Muda Ketua Tim Kegiatan Statistik Sosial BPS Lebak menyebutkan, yang mengakibatkan IPM Kabupaten Lebak terendah karena faktor pendidikan di Lebak. Banyak warga Lebak yang sekolah hanya sampai kelas 1 SMP.
“Jadi kita anjlok pada bidang pendidikan, untuk pendidikan itu dihitung dua yakni rata-rata lama sekolah dan harapan sekolah,” kata Ai saat berada di kantornya, Jumat 10 November 2023.
Untuk diketahui IPM itu merupakan indeks komposit, yang dibentuk oleh tiga variabel atau tiga komponen. Yang pertama variabel kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
Dari data BPS Provinsi Banten, peringkat IPM tertinggi ditempati oleh Kota Tangerang Selatan 81,95 persen,
kedua Kota Tangerang 77,90 persen, ketiga Kota Cilegon 73,95 persen, keempat Kota Serang 72,98 persen, kelima Kabupaten Tangerang 72,97 persen, keenam Kabupaten Serang 67,75 persen, ketujuh Kabupaten Pandeglang 65,84 persen, dan posisi delapan ditempati Kabupaten Lebak 64,71 persen.
Diungkapkan Ai, setiap tahun IPM Kabupaten Lebak memang mengalami kenaikan, hanya saja didongkrak dari sektor ekonomi dan kesehatan. Sedangkan untuk pendidikan masih lambat.
“Rata-rata lama sekolah penduduk Lebak baru 6,59 tahun belum 7 tahun. Artinya kalau dirata-ratakan, pendidikan penduduk Lebak itu baru kelas 1 SMP,” ungkapnya.
Saat ditanya mengapa bisa begitu, Ai Budiman menegaskan, karena banyak warga Lebak yang setelah, memilih bekerja di luar Lebak.
“Pertanyaannya kenapa bisa begitu? Padahal Lebak banyak S1 dan S2, lalu tiap tahun juga banyak lulusan SMA dan SMK. Karena mereka yang pendidikannya di atas SMA memilih mencari kerja ke luar, sehingga mereka terhitungnya di luar,” paparnya.
“Karena tidak ada lapangan pekerjaan di kita. Akhirnya yang tinggal di Lebak, ya mereka yang lulus SMP ke bawah,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











