SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto sebut, permasalahan soal haji selama ini selalu menuai pro dan kontra.
Untuk itu, Pemerintah saat ini terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui tahap-tahap saat ingin melakukan ibadah haji.
“haji ini pro kontranya banyak. Persoalannya banyak, maka saya membuat acara bersama Kepala BPKH untuk menginformasikan kepada masyarakat. Misalkan tadi bagaimana pola ongkos haji itu kita atur sedemikian rupa sebagian dibayar oleh jamaah,” ujar Yandri, Jumat 10 November 2023.
Yandri menjelaskan, pada tahun 2024, para calon jemaah haji akan dilakukan screening kesehatan langsung oleh Kementerian Kesehatan apabila tidak bisa melakukan secara mandiri.
“Artinya belum tentu akan berangkat. Nah kalau dulu lunas dulu baru periksa kesehatan, sekarang periksa kesehatan dulu baru diberikan peluang untuk membayar lunas atau tidak,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut masih berupa opsi. Selain itu, kata Yandri, upaya tersebut juga sebagai bentuk penekanan jumlah calon jemaah haji yang sakit, atau yang meninggal di tanah suci.
“Dan Kementrian kesehatan ini dalam rangka untuk menekan jumlah yang sakit maupun yang meninggal di tanah suci,” ucapnya.
Ia juga mengaku, saat ini pihaknya tengah mencari tahu alasan terkait biaya haji yang ada kenaikan, dan menjadi sorotan publik.
“Artinya kalau turun ya dibawah itu ya yang dibayar oleh jamaah Rp40 Juta dan yang Rp 40 juta koma sekian dibayar oleh nilai manfaat BPKH. Kalau naik, nah ini yang mau kita hitung berapa kenaikannya? Apa yang menyebabkan kenaikan? Apakah tiket, apakah penginapan, apakah katering ini kita belum tahu,” tuturnya.
“Tapi kita tetap minta kepada pemerintah nanti termasuk dari DPR,” tambahnya.
Editor : Merwanflda











