• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Punya 8.000 Ton Beras, Pandeglang Aman Sampai April 2024

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Minggu, 12 November 2023 10:11
in Pandeglang
0
Punya 8.000 Ton Beras, Pandeglang Aman Sampai April 2024

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir Foto Purnama

0
SHARES
166
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang (DPKP) Nasir mengklaim memiliki cadangan beras pemerintah (CPB) 8.000 ton. Kepemilikan beras cadangan itu membuat kebutuhan Pandeglang aman hingga April 2024.

Kata Nasir, Pemkab Pandeglang telah mengeluarkan CPB sebanyak 18.000 ton untuk mengendalikan harga beras di pasar pasca El Nino dan untuk disalurkan untuk program bantuan pangan kepada KPM.

“Artinya Bulog telah menyiapkan beras untuk Kabupaten Pandeglang sebanyak 8.000 ton. Itu aman sampai bulan April 2024,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 12 November 2023.

Terkait luas tanaman padi terdampak El Nino, Nasir mengungkapkan, hampir 2.000 hektare lahan pertanian terkena dampak kekeringan. Namun, telah dilakukan langkah-langkah penanganan penyelamatan padi melalui koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Banten.

“Bahwa kita ada pertanaman di lapangan hampir 2.000 hektar. Mereka (pusat dan provinsi) turun bawa mesin pompa air, bawa sumur pantek, langsung ke luar airnya, cuman memang ada beberapa daerah yang tidak bisa kita selamatkan sebagian ada di Cikeusik, di Angsana karena airnya habis, kita bor asin, kita bor panas kayak di Carita,” katanya.

Berdasarkan hasil pendataan sebanyak 365 hektare tanaman padi yang puso. Tapi, dari 364 hektare itu hanya 79 hektare yang mengalami kerugian besar.

“Karena kalau yang lain ikut asuransi usaha tani, jadi sekarang dalam proses pencairan klaim. Saya sudah ngomong juga di dalam rakor nasional dari pusat Jasindo langsung ke lapangan kan, nah itu mungkin akan segera proses pembayaran kepada petani,” katanya.

Dia menilai sebanyak 79 petani mengalami kerugian besar itu merupakan wajar dari 2.000 lebih petani, karena tidak mengikuti asuransi usaha tani.

“Padahal kita sudah menyosialisasikan bahwa ikut asuransi itu ada bencana tidak bencana ikut. Kalau sudah turun ke sawah sedekahkan uangnya Rp36 ribu per hektare, kalau misalkan satu hektare itu cuma empat orang berarti kan hanya Rp9 ribu, per bulan kalau terjadi apa – apa mereka dapat Rp6 juta,” katanya.

Petani yang tanaman padi mengalami puso sudah diupayakan untuk meringankan bebannya dengan mengusulkan bantuan benih unggul buat mereka.

“Tapi kalau yang lain yang dapat asuransi ya enggak rugi – rugi amat nanti dapat benih lagi. Kalau bantuan lain sudah enggak ada selain bantuan benih,” katanya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada DPKP Kabupaten Pandeglang Nuridawati menambahkan, dari data yang dikumpulkan, tanaman padi seluas 364 hektare mengalami puso atau gagal panen tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

“Yakni di Kecamatan  Cikeusik seluas 150 hektare, Panimbang 50 hektarw, Sobang 20 hektare, Angsana 125 hektare. Kemudian Kecamatan Sukaresmi seluas 9 hektare, Cikedal seluas 6 hektare dan Kecamatan Menes seluas 4 hektare,” katanya.

Editor : Merwanda

Tags: asuransi taniberas 8.000 toncadangan beras pandeglangcadangan beras pemerintahdpkp pandeglangel ninokabupaten pandeglangKekeringanlahan padi pusoPetani Pandeglang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Wisatawan Diimbau Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Lebak

Next Post

Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli Lahan Desa Pagelaran

Next Post
Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli Lahan Desa Pagelaran

Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli Lahan Desa Pagelaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap, BNN RI Sita Senjata dan Peluru

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap, BNN RI Sita Senjata dan Peluru

by Fahmi
Kamis, 13 Agustus 2026 19:43
0

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Tim gabungan BNN RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta dan BNNK Jakarta Utara menangkap seorang buronan...

PPPK Pemprov Banten

Nasib PPPK 2027 Aman, Pemprov Banten Tetap Anggarkan Gaji dan Tunjangan

by Yusuf Permana
Kamis, 13 Agustus 2026 16:19
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten memastikan keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap aman hingga 2027. Pemprov Banten...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.