SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Selain harga cabai rawit yang mengalami kenaikan, kini harga telur di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang juga mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan harga telur di Pasar Induk Rau itu diakui akibat menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (nataru).
Berdasarkan pengakuan pedagang di Pasar Induk Rau, harga telur belakangan ini mengalami kenaikan sekitar Rp 28 ribu per kilogramnya.
Padahal, sebelumnya harga telur yang mereka juga tersebut hanya sebesar Rp 26 ribu per kilogramnya.
Salah satu pedagang telur di Pasar Induk arau, Uus mengatakan, kenaikan harga telur tersebut sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, kenaikan harga telur itu sudah sering terjadi ketika jelang menghadapi Hari Natal dan Tahun Baru.
“Stok barang sejauh ini masih ada, tapi biasanya mendekati akhir tahun mulai berkurang,” ujarnya, Senin 13 November 2023.
Uus mengaku, kenaikan harga telur tersebut membuat daya beli masyarakat menjadi menurun.
Bahkan, para pembeli lebih memilih untuk membeli telur setengah kilogram saja, sejak adanya kenaikan harga.
“Berpengaruh, daya beli pelanggan jadi berkurang, biasanya beli kiloan sekarang cuman sedikit. Omset berkurang bisa sampai 10 persen,” katanya.
Sedangkan, kata Uus, untuk harga telur bebek masih bertahan diangka Rp2.500 per butir. Harga telur bebek diakui lebih stabil dibandingkan harga telur ayam.
“Kalau telur bebek stabil harganya, dibandingkan dengan harga telur ayam,” ucapnya.
Sebelumnya, harga cabai rawit di Pasar Induk Rau juga mengalami kenaikan beberapa pekan terakhir. harga cabai di Pasar Induk Rau tembus hingga diangka Rp100 ribu per kilogram.
Pedagang mengaku, sebelum mengalami kenaikan, harga cabai rawit di Pasar Induk Rau berada diangka Rp 50 ribu per kilogramnya.
Muhyi, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Rau mengatakan, kenaikan harga cabai ini sudah berlangsung sejak dua pekan yang lalu.
“Cabai rawit merah mahal semua ada yang Rp 100 ribu per kilogram ada juga yang paling murah Rp 90 ribu per kilogram,” katanya, Kamis 9 November 2023.
Sementara untuk cabai rawit lokal, saat ini tembus diangka Rp75 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya, kata Muhyi, harga cabai rawit lokal berada diangka Rp 30 ribu per kilogramnya.
“Kalau cabai rawit yang lokal itu sekarang Rp 75 ribu per kilogramnya. Padahal sebelum naik itu hanya Rp 30 ribu,” katanya
Muhyi mengaku, akibat adanya kenaikan harga cabai itu, berakibat turunnya daya beli masyarakat.
“Banyak dikeluhkan sama pembeli, biasanya beli kiloan sekarang kebanyakan beli cuman setengah kilo, kadang cuman beli Rp 10 ribu,” ucap Muhyi.
Muhyi mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditi bawang merah. Saat ini, bawang merah di Pasar Induk Rau mengalami kenaikan sebesar Rp35 ribu per kilogramnya.
“Harga bawang juga naik, bawang merah Rp 35 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 23 ribu perkilogram,” ujarnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi












