LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dengan membawa palu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengecek pembangunan sarana dan prasarana di empat SMK negeri di Kabupaten Lebak. Dengan menggunakan palu itu, Tabrani mengecek kondisi granit.
Keempat sekolah yang didatanganinya yakni SMKN 1 Cikulur, SMKN 1 Rangkasbitung, SMKN 1 Curugbitung, dan SMKN 1 Warunggunung. Ia mengecek sejumlah ruangan, seperti ruang praktek siswa, ruang kelas baru, ruang OSIS, ruang UKS, dan ruang kegiatan lainnya.
Dari empat sekolah yang didatanganinya, termasuk sekolah yang keberadaannya paling jauh karena berbatasan langsung dengan Bogor, Provinsi Jawa Barat yakni SMKN 1 Curugbitung. “Semuanya progresnya cukup baik dan saya optimis selesai pada Desember karena hari ini rata-rata sudah di atas 70 persen,” tuturnya.
Dengan dibangunnya sarana di sekolah, maka menambah kenyamanan siswa belajar, maka proses pembelajarannya akan lebih baik. “Kalau proses pembelajarannya lebih baik, mudah-mudahan hasil belajarnya baik. Kalau hasil belajarnya baik, mudah-mudahan anak tamat dari SMK bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya,” ujar Tabrani.
Dari empat sekolah yang didatangani itu, ia menemukan ada beberapa kekurangan. “Kalau ada kekurangan, saya sudah tegur langsung pengawas bangunan dan pelaksananya supaya besok dirapihkan, pemasangan ACP (aluminium composite panel-red) dan granit. Itu saja. Kalau lainnya InshaAllah baik,” tegasnya.
Ia meminta pelaksana pembangunan ruang praktek siswa di SMKN 1 Rangkasbitung untuk membongkar kembali granitnya. “Hitungan jam langsung dirapihkan. ACP kalau tidak diperbaiki tiga hari lagi, nanti saya akan cek lagi, saya minta bongkar,” tandas Tabrani.
Meskipun begitu, mantan Kepala Dindikbud Kota Tangerang ini mengaku pembangunan sarana itu masih dalam proses penyelesaian. “Jadi gak usah khawatir saya,” ujarnya. Apalagi ada masa pemeliharaan enam bulan setelah kontrak berakhir.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











