CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah truk dan bus yang keluar dari kapal di Pelabuhan Merak diperiksa oleh tim gabungan Balai Karantina Pertanian Cilegon serta sejumlah stakeholder.
Operasi patuh karantina dan patroli terpadu lini 1 itu dilakukan pada Selasa 14 November 2023.
Operasi itu dilakukan sebagai langkah sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat guna meningkatkan kepatuhan perkarantinaan hewan, ikan dan tumbuhan.
Operasi dilakukan sebagai bentuk amanah Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023, dan Perpres 45 Tahun 2023.
Subkoordinator Karantina Hewan Melani Wahyu Adiningsih mengatakan, Operasi Patuh ini digelar di dalam Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak dan diikuti oleh beberapa instansi dan stake holder terkait yang ada di lingkungan pelabuhan mulai dari BAIS, Lanal Banten, ASDP, SKIPM, Denpomad, Denpomal, Garnisun, Kopassus, dan KSKP Merak yang berlangsung dari pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB.
Dengan adanya operasi bersama ini diharapkan kepada masyarakat atau pengguna jasa karantina untuk lebih tertib dalam melaporkan media pembawa yang ada baik hewan, ikan, dan tumbuhan.
“Yang paling penting dari operasi kali ini adalah kita mampu bersama intansi terkait untuk melaksanakan sinergitas dan koordinasi dalam rangka pencegahan masuk dan tersebarnya HPHK, HPIK dan OPTK yang bisa saja terbawa melalui media pembawa hewan, ikan, ataupun tumbuhan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Dalam operasi kali ini berhasil terjaring beberapa media pembawa Karantina Hewan, Ikan ataupun Tumbuhan mulai dari pisang, pepaya, sagu, gula, bibit jambu, kambing, sapi, ayam, produk hewan, ikan tenggiri, cakalang, dan udang.
Nantinya terhadap beberapa media pembawa yang terjaring dalam operasi patuh ini selain akan dilakukan sosialisasi, edukasi juga akan dilakukan sertifikasi serta akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Abdul Rozak











