PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah nelayan di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang menghadapi masa paceklik karena arus laut yang tak bersahabat.
Karena arus yang terlalu kencang, nelayan terpaksa menahan diri untuk melaut, kondisi itu mengakibatkan mereka menganggur.
Seorang nelayan Desa Teluk Amirudin mengatakan, arus laut yang tak menentu ini telah menjadi masalah dalam beberapa minggu terakhir. Dia menyatakan bahwa saat ini, perahu nelayan enggan melaut karena pengaruh arus laut yang dipengaruhi oleh faktor bulan.
“Bukan hanya paceklik, tapi sudah terlalu parah. Kondisi ini sudah berlangsung sebulan. Bahkan ketika kami pergi ke Liwungan atau di Lampung, kondisinya sama,” paparnya, Rabu 15 November 2023.
Mencari ikan bukanlah opsi mudah bagi para nelayan. Amirudin menjelaskan bahwa untuk meraih ikan, mereka harus merantau hingga ke Kronjo, Tangerang. Namun, hal ini tidak lepas dari risiko besar karena biaya operasional mencapai minimal Rp 1,5 juta, termasuk bahan bakar, beras, mie, rokok, dan kebutuhan lainnya selama di laut.
“Kami terpaksa harus merantau, misalnya, ke Kronjo. Tapi peluangnya pun tidak pasti. Saat ini, Kronjo belum menjadi pilihan pasti bagi kami,” tuturnya.
Saat ini, nelayan hanya bisa memperbaiki kapal mereka, menanti kondisi laut yang lebih baik di masa mendatang. Para nelayan berusaha untuk tetap produktif dengan merapikan peralatan serta mencari informasi terkait lokasi hasil tangkapan yang potensial.
Anwar Sanusi, nelayan lainnya, juga mengalami masa yang sama. Kondisi laut yang buruk membuatnya enggan melaut, sehingga ia memanfaatkan waktu senggang untuk memperbaiki perahunya yang biasa digunakan saat melaut.
Mengenai bantuan dari pemerintah, Anwar mengeluhkan bahwa bantuan yang dijanjikan tidak pernah sampai kepada nelayan di saat masa paceklik seperti ini.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











