PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya menekan angka kasus stunting di daerah melalui dua strategi utama, yaitu pemberian susu dan inisiatif dapur pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).
Pj. Gubernur Banten Al Muktabar menyatakan komitmen dalam menangani angka stunting sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan fokus pada pemberian susu, telur, dan pembangunan dapur PKK.
“Dapur PKK menjadi sentra pengolahan makanan oleh ibu-ibu PKK dan Posyandu,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID di Alun-alun Pandeglang, Minggu 26 November 2023.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui gerakan PKK dan Posyandu, makanan yang diolah didistribusikan kepada anak-anak untuk memperbaiki asupan gizi mereka.
“Kami mendistribusikan makanan kepada anak-anak yang membutuhkan asupan gizi tambahan, bagian dari upaya menangani stunting,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan sosial berupa stok pangan untuk masyarakat serta melakukan berbagai kegiatan lain terkait distribusi bantuan sosial.
“Kami juga melakukan distribusi stok pangan, termasuk beras, dan berbagai kegiatan sosial lainnya,” paparnya.
Al Muktabar juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dengan mendorong Kabupaten Pandeglang menjadi pusat ketahanan pangan, terutama dalam produksi beras dan komoditas pangan lainnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











