SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sejumlah daerah di Kabupaten Serang sudah mulai memasuki musim penghujan, baik dengan intensitas yang kecil hingga besar. Para petani yang ada di Kabupaten Serang pun dihimbau untuk segera mengolah tanahnya untuk ditanami.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan meskipun sudah memasuki musim penghujan, belum semua wilayah di Kabupaten Serang sudah bisa ditanami.
“Hujan baru turun beberapa kali sehingga petani baru akan persiapan olah lahan dibeberapa daerah yang airnya masih kurang,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu 26 November 2023.
Namun, untuk wilayah yang teraliri oleh irigasi teknis seperti Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Pontang, para petani bahkan sudah mulai melakukan penanaman padi. “Karena lahan di sana airnya sudah mulai mengalir, jadi sudah normal dan bisa olah lahan,” jelasnya.
Berbeda halnya untuk wilayah-wilayah yang sawahnya merupakan sawah tadah hujan seperti Kopo dan Jawilan belum dapat dilakukan penanaman padi.
Berdasarkan data yang berhasil di himpun, lanjut Suhardjo, jumlah lahan yang sudah dapat ditanami padi diperkirakan sebanyak 11 hektare. Sehingga ketika hujan turun, lahan sudah bisa langsung diolah dan ditanami padi kaera ketersediaan airnya mencukupi.
Suhardjo mengatakan, Bulan November dan Desember seharusnya sudah mulai memasuki musim tanam pertama. Namun karena kemarau yang berkepanjangan, banyak lahan-lahan yang belum dapat ditanami. “Ini musim tanam pertama,” jelasnya.
Ia pun memperkirakan, musim tanam besar baru akan dilakukan sekitar pada bulan Desember atau Januari apabila curah hujan sudah mulai tinggi. “Karena masih ada dampak El Nino, jadi curah hujan masih rendah,” katanya.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh DKPP Kabupaten Serang, kurang lebih ada sebanyak 500 hektare sawah di Kabupaten Serang yang mengalami puso. Pihaknya pun masih berupaya melakukan penanganan terhadap lahan-lahan yang terancam puso.
“Insyallah ada penggantian sambil menunggu musim hujan datang. Kita segera percepatan proses penggantian benih. Kita permohonan bulan Oktober, sudah dimohonkan ganti benih harapanya awal November bisa tanam,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada para petani yang airnya sudah normal agar segera olah lahan. Selain itu pihaknya juga sedang melakukan proses percepatan tanam, dimana Kabupaten Serang kembali mendapat program Gernas 8 ribu hektare.
“Tadinya kita dapat progam Gernas 16 ribu hektare, program percepatan 8 ribu hektare di perubahan, itu wilayahnya masih CPCL belum ditentukan,” katanya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











