LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Pajagan, Kecamatan Sajira melakukan fogging atau pengasapan, Sabtu 23 Desember 2023. Foging dilakukan di perkampungan Kampung Baru Indah, Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira.
“Ya, berdasarkan laporan dari Dinkes ada terdapat kasus DBD di wilayah Desa Calungbungur tepatnya di Kampug Baru Indah. Karena itu, kita langsung lakukan fogging. Meskipun sudah di fogging warga mesti terus menjalankan pola hidup sehat dan bersih termasuk menggalakkan kebersihan lingkungan, karena fogging itu hanya untuk memutus mata rantai saja,” kata Kepala Puskesmas Pajagan Sukandi, Sabtu 23 Desember 2023.
Menurutnya, salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh masyarakat di saat datangnya musim hujan seperti saat ini adalah DBD. DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.
“Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah DBD salah satunya fogging atau pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kita sudah lakukan fogging di beberapa titik,” ujarnya.
Dia mengatakan, fogging merupakan langkah terakhir dimana kegiatan pencegahan yang utama adalah PSN 3M Plus. Langkah dengan 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
“Jika warga menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dipastikan tidak akan mudah terjadi penularan penyakit DBD,” tukasnya.
Sementara itu Suhari tokoh masyarakat Kampung Baru Indah, Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira mengaku sedikit lega dengan adanya fogging yang dilakukan oleh Puskesmas Pajagan. Sebab, dalam satu bulan terakhir ini ada belasan warga terkena DBD.
“Disebut panik sih iya, dua anak saya terkena DBD dan dirawat di RSUD Adjidarmo,” kata Sukirno.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiyono mengatakan, telah menyiagakan seluruh petugas Puskesmas, rumah sakit, bidan desa untuk cepat tanggap, dalam mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul pada musim penghujan akhir tahun ini.
“Kami telah instruksikan kepada 40 Puskemas yang tersebar di 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak untuk senantiasa berjaga-jaga mewabahnya penyakit musim penghujan di akhir tahun ini. Seperti diare dan DBD,” ujarnya.
Dinkes Kabupaten Lebak mencatat hingga pertengahan Desember 2023 kasus DBD di Kabupaten Lebak mencapai 602 kasus dan 4 orang meninggal dunia.
Kasus BDD ditemukan tersebar di 25 Kecamatan dari jumlah 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak.
“Hingga pertengahan Desember 2023 ini kasus DBD di Lebak mencapai 602 kasus dan 4 orang meninggal dunia,” katanya. (*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











