PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang merumuskan serangkaian strategi dalam upaya antisipasi pengendalian krisis pangan di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Pandeglang, Nurdiawati, mengungkapkan, fokus utama saat ini adalah mengatasi krisis pangan, terutama melalui bantuan beras yang diberikan oleh pemerintah pusat.
“Iya, saat ini kami menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat, khususnya dalam bentuk beras. Mengingat harga beras yang masih tidak stabil, bantuan khusus beras menjadi sangat diperlukan,” ungkapnya, Rabu 10 Januari 2024.
Menurutnya, saat ini, kondisi cuaca di daerah selatan masih tidak stabil dibandingkan dengan kondisi normalnya. Seharusnya pada bulan ini sudah memasuki masa penanaman padi.
“Kondisi cuaca El-Nino di Pandeglang selatan masih belum stabil, seharusnya sekarang sudah mulai panen pada bulan Januari dan menanam kembali di bulan Maret,” ucapnya.
Meskipun cuaca tidak menentu, katanya, hal tersebut tidak berdampak pada stok pangan untuk kebutuhan masyarakat.
“Meskipun situasi di daerah selatan, yang merupakan sentra produksi, mungkin tidak optimal, namun stok pangan masih aman karena kita dapat terbantu oleh panen di wilayah Utara,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa petani tidak hanya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari beberapa kali menjadi berkali-kali.
“Indeks pertanaman yang dulunya hanya sekali atau dua kali, kini sudah tiga kali lipat, terutama di daerah Bojong dan Jiput, di sana pola pertanamannya sudah bagus,” ungkapnya.
Selain itu, dia menambahkan bahwa untuk mengendalikan hama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, petani telah melakukan penyemprotan.
“Kami juga mengadakan gerakan pangan murah setiap hari Minggu di depan kantor. Kami menyediakan cabai, beras, sayuran, gula, dan minyak. Alhamdulillah, ini membantu masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











