SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Akibat jatah kuota pupuk subsidi yang berkurang dari pemerintah untuk para petani, setiap hektare sawah di Kabupaten Serang hanya mendapatkan pupuk subsidi yang sedikit.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, setiap hektare lahannya hanya mendapatkan 50-75 kilogram NPK dan 145-175 kilogram urea.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda kepada DKPP Kabupaten Serang Lukman Hakim mengatakan, jika terdapat pengurangan kuota pupuk subsidi yang sangat signifikan pada tahun ini.
“Iya kan untuk kuota tahun ini sih sedikit ya dibandingkan dengan yang kita input dari temen-temen yang ada di kecamatan. Jauh sih untuk urea 50% dapatnya kalau NPK sekitar 29%. NPK lebih kecil lagi,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 25 Januari 2024.
Ia menjelaskan, pada setiap hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang, para petani mendapatkan pupuk subsidi beragam, mulai dari 50 sampai 75 kilogram untuk NPK dan 145 sampai 175 kilogram untuk urea.
Ia mengaku tidak tahu kenapa terdapat perbedaan besaran penerimanya di setiap daerahnya. Pasalnya hal itu sudah ditentukan oleh pemerintah pusat didalam aplikasi.
“Kalau penyesuaiannya kita juga sudah menerima ya mungkin breakdown dari pusat sih kan itu sudah ditentukan di aplikasi. Sekarang dari Provinsi sudah matang seperti itu dan langsung link ke pusat untuk setiap petaninya kan sudah ada di dalamnya gitu udah berikut petaninya sudah mendapatkan sekian sekian gitu,” jelasnya.
Ia mengakui, jika jumlah bantuan yang diberikan tersebut jumlahnya jauh dari angka ideal. Pasalnya untuk setiap kali masa tanam, kebutuhan untuk urea di kabupaten Serang sebanyak 250 kilogram. Sedangkan untuk NPK mencapai 300 kilogram.
“Kalau angka ideal itu kebutuhannya untuk urea 250 kilogram per hektar ya kalau MPK diangka 300 kilo itu yang ideal untuk tanaman padi ya sampai panen untuk satu kali tanam,” tegasnya.
Ia menjelaskan nantinya akan ada bantuan dari pemerintah pusat untuk pupuk subdisi. Namun demikian pihaknya belum bisa memastikan kapan bantuan itu akan didistribusikan.
“Suratnya sudah sampai ke kita,rencananya akan ada tambahan dari Kementan itu 11 triliun berarti kan 2,5 juta ton. Itu untuk satu Indonesia, ga tau nanti. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan biar angka yang kemarin kurang itu bisa bertambah gitu tuh untuk kebutuhan per hektarnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











