PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang berencana akan melaksanakan razia kembali terhadap pelajar yang membolos sekolah.
Perlu diketahui, fenomena ini semakin marak, di mana para pelajar tidak hanya membolos, tetapi juga terlibat dalam aktivitas merokok sambil mengenakan seragam sekolah di lingkungan umum.
Kasi Bagian Operasi Pengendalian dan Penertiban Satpol PP Pandeglang, Ucu Sukarya mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan penertiban razia pelajar sekolah di lokasi titik kumpul para pelajar tersebut.
“Kami akan razia pelajar di warung internet (warnet) yang biasanya ngumpul dan warung kopi juga jadi sasaran kami, terutama di depan sekolah itu suka ada warung yang jadi titik kumpul pelajar itu,” ungkapnya, Rabu 31 Januari 2024.
“Ya Insya Allah kita lakukan razia pada minggu-minggu ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, fenomena seperti itu sangatlah tak patut dicontoh bagi pelajar yang lain. Maka dari itu para pelajar di Pandeglang agar belajar dengan sebaik-baiknya dan mematuhi aturan tata tertib sekolah.
Menurut Ucu Sukarya, penertiban razia pelajar oleh Satpol PP Pandeglang sudah biasa sering dilakukan untuk mengawasi ketertiban dan keamanan lingkungan.
“Untuk kegiatan ini sudah biasanya saya lakukan, biasanya dua bulan sekali tiga bulan sekali, tapi tergantung adanya laporan dari para kepala sekolah,” ucapnya.
Ia melanjutkan, terkadang biasanya para pelajar itu meniru hal yang belum dilakukan yang menurut mereka itu dianggap kekinian.
“Ya biasanya mereka ikut-ikutan bahan contohan yang mungkin menurut mereka kaya begitu itu keren, misal contoh pakai tindik, dan sebagainya itu kan orang seni, kalau mereka pelajar seorang pelajar yang harus belajar,” lanjutnya.
Sementara itu salah satu Kepala sekolah yaitu Kepala SMPN 1 Pandeglang Ruli Purnama mengatakan, bahwa dirinya selaku kepala sekolah merespon mendukung baik dengan razia pelajar yang dilakukan Satpol PP Pandeglang.
“Karena memang banyak sekali anak yang berangkat dari rumah ternyata ke sekolah tidak nyampe, mereka nongkrong di tempat-tempat tertentu, nah kami dari sekolah sudah sering melakukan penyisiran ke tempat nongkrong anak-anak biasanya guru piket dan guru BK keliling sekitar sekolah,” katanya.
Menurutnya, bahwa sepengetahuan dirinya terkadang para pelajar mereka nongkrongnya gabungan dengan sekolah yang lain, ditempat nongkrong yang sama.
“Cuman kadang-kadang yang nongkrongnya itu kan gabungan, mereka itu kalau bukan gurunya mereka cuek, tapi kalau petugas Satpol PP yang lalukan saya yakin itu memberikan dampak efek jera makanya saya mendukung sekali,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya meminta kepada peran orangtua agar selalu memantau pengawasan yang meningkat terhadap anak-anaknya.
“Jadi anak tolong dikontrol dicek sudah pulang atau belum, anaknya kalau malam suruh belajar. Himbauan kepada seluruh orangtua dari siswa manapun sekolah manapun kami selaku pendidik agar memperketat lagi pengawasan anaknya ditambah tolong mengawasi penggunaan handphone mereka,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











