TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kanker paru menjadi salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia, selain kanker payudara dan kanker serviks.
Pemicu kanker paru disebabkan oleh paparan zat karsinogenik yang terdapat pada asap rokok, polusi udara dan bahan kimia industri tertentu.
Deteksi dini perlu dilakukan guna memastikan kesehatan paru jika beresiko tinggi terpapar zat karsinogenik.
Menurut dokter spesialis paru dari RS Siloam Lippo Village, dr Allen Widysanto, Sp.P, TTS, FAPSR, FISR, kanker paru sering kali disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap zat-zat karsinogenik.
Perokok aktif memiliki resiko tinggi terserang kanker paru dikemudian hari, begitu juga dengan perokok pasif yang menghirup asap rokok dalam jangka panjang serta mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan terpapar asap kendaraan.
“Gejala kanker paru bervariasi, sering kali tidak muncul di tahap awal penyakit. Beberapa gejala yang muncul seperti batuk persisten, sesak nafas, nyeri dada, kehilangan berat badan hingga batuk berdarah,” ungkap dr Allen, kepada wartawan dalam acara media gathering di kawasan Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Rabu 31 Januari 2024.
Allen menambahkan, bagi seseorang yang beresiko tinggi kerap terapapar zat karsinogenik disarankan melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan dan skrining ke rumah sakit dan dokter spesialis paru, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan.
“Tes pencitraan seperti CT scan dan biopsi jaringan paru sering digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Selain itu, deteksi dini kanker paru memainkan peran penting dalam prognosis dan kebersihan pengobatan,” jelasnya.
Menurut Allen, RS Siloam Lippo Village menjadi salah satu rumah sakit yang telah memiliki layanan kesehatan paru. Beberapa jenis pengobatan kanker paru yang dapat dilakukan di RS Silloam Lippo Village antara lain tindakan bedah dengan pendekatan minimal invasif, perawatan kemoterapi, kemoterapi target, imunoterapi, dan layanan paliatif.
“Selain itu RS Siloam juga menyediakan layanan Siloam at Home, atau home care bagi pasien yang ingin mendapatkan perawatan lanjutan atau kemoterapi dari rumah,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Abdul Rozak











