PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, M. Nasri, mengatakan terjadinya kelangkaan beras dan naiknya harga beras di pasaran karena disetop sementara.
Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang, M. Nasir, mengatakan bahwa karena sesuai surat edaran dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk pasokan komoditas pangan terutama beras dihentikan dahulu karena mendekati Pemilu 2024.
“Nah, ini menjelang Pemilu arahan dari Bapanas memang harus dihentikan dulu sementara setelah beres Pemilu baru dilanjutkan lagi,” ungkapnya ketika diwawancarai di Pasar Badak Pandeglang ketika inspeksi mendadak, Selasa, 13 Februari 2024.
“Seperti di desa dan kelurahan itu sudah ada beras, jadi kita fokus pelaksanaan Pemilu dulu,” sambungnya.
Menurutnya, untuk stok beras bisa dipastikan aman sampai bulan Juni 2024. Kemudian, selanjutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang akan beroordinasi dengan pihak terkait maupun Bulog.
“Untuk stok kita banyak jadi enggak usah khawatir, sampai bulan April aman, hari ini akan kita tindak lanjuti dengan rapat bersama dengan Bulog untuk solusinya bagaimana,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, produk beras premium dan medium dalam kemasan 5 kilogram mulai mengalami kelangkaan di beberapa toko ritel di Pandeglang.
Tak hanya itu, lonjakan harga juga turut terjadi.
Pantauan dari RADARBANTEN.CO.ID menunjukkan bahwa beberapa kios ritel di Kabupaten Pandeglang, seperti Indomaret dan Alfamart, mengalami kekosongan di rak penyimpanan beras.
Kepala tlToko Indomaret di Jalan Bayangkara, Cihaseum, Pandeglang, Ine Nurbaine, mengungkapkan bahwa kelangkaan stok beras sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Namun, dalam tiga hari terakhir, stok beras di tokonya bahkan hanya tersisa satu karung 5 kilogram dengan merek Pandan Wangi. (*)
Editor: Agus Priwandono











