LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pengurus Pusat Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia (PP IGPKHI) menggelar puncak acara Pekan Olahraga dan Seni Nasional (Popnas) tahun 2024 untuk pertama kalinya di Kabupaten Lebak, Kamis 22 Februari 2024.
Popnas diselenggarakan di 15 provinsi Indonesia dan puncak acara penutupannya digelar di aula serbaguna SKh 02, Kecamatan Rangakasbitung, Kabupaten Lebak.
Ketua Umum PP IGPKH Agus Mulyawan menyampaikan, rasa terimakasih kepada tuan rumah puncak acara yang diselenggarakan di Provinsi Banten dan khususnya di SKh 02 Kabupaten Lebak.
“Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada tuan ruman Provinsi Banten, yang pertama kali selama IGPKHI berdiri,” katanya kepada wartawan, Kamis 22 Februari 2024.
Diungkapkan Agus, acara di Banten merupakan pemungkas dari Popnas setelah disellenggarakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2024 di 15 provinsi.
“Ini merupakan hari penutupan, untuk acara lomba yang diselenggarakan oleh IGPKHI. Lomba-lomba ini diselenggarakan secara daring, jadi ada lima kegiatan atau lima cabang lomba. Pertama ada paduan suara, kemudian cipta baca puisi, tari, senam dan menyanyi solo. Kegiatan ini begitu antusias peserta, yang diikuti oleh 15 provinsi,” ucap Agus.
Diharapkanya, kedepan kegiatan Popnas akan diselenggarakan secara rutin di seluruh Indonesia. Selain itu kegiatan Popnas pertama di Banten merupakan kegiatan percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
“Mudah-mudahan, kegiatan diselenggarakan secara rutin dan nasional. Karena guru-guru pendidikan khusus di Indonesia jarang sekali menyelenggarakan kegiatan dan silaturahmi nasional atau Silatnas,” tutur Agus.
Dalam kegiatan Popnas pertama perwakilan Banten, yakni dari SKh Pandeglang menjadi juara pertama paduan suara dan SKh Kota Seran juara pertama menyanyi solo dari Kota Serang. Dari delapan kabupaten/kota semua mewakili Banten dalam ajang Ponpnas pertama ini.
Sementara Ketua Pelaksana Popnas Dedi Supriatna menyebutkan, Banten ditunjuk sebagai tuan pertama Popnas dan merupakan provinsi percontohan bagi daerah lain.
“Kedepannya kegiatan ini bidsa diselenggarakan secara tatap muka atau luring, karena sesuai dengan maksud dan tujuan dari Popnas ini adalah membangun silaturahmi antara guru pendidi khusus di selruh Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











