LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Usai viral siswa mengalami trauma dan sakit dituduh malak, pihak SDN 2 Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mendatangi rumah kontrakan Rafardan Ferdian (7), siswa kelas 2 SDN 2 Selaraja di Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, pada Senin sore, 15 September 2025.
Kedatangan pihak sekolah, untuk menjenguk Rafardan mengalami trauma dan enggan bersekolah karena diduga dituduh melakukan pemalakan serta perundungan terhadap siswa kelas 1 pada Jumat 12 September 2025 lalu.
Nurlita, orang tua Rafardan, mengatakan ada tiga guru mewakili pihak sekolah untuk memastikan kondisi anaknya.
“Rafardan justru ketakutan saat pihak sekolah datang,” ujar Nurlita kepada RADARBANTEN.CO.ID saat berada di rumahnya, Selasa 16 September 2025.
Nurlita menambahkan, para guru yang hadir sempat memberi nasihat dan dorongan agar Rafardan mau kembali ke sekolah.
Namun, karena trauma dan rasa takut, anaknya tetap menolak. “Saya juga tidak bisa memaksa. Apalagi anak saya sampai mengalami demam,” ujarnya.
Ia berharap pihak sekolah turut mendukung pemulihan anaknya agar kesehatan fisik dan mentalnya kembali seperti semula.
“Harapan saya, anak saya segera sembuh dan bisa kembali bersekolah seperti biasa,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Rafardan disebut-sebut melakukan pemalakan dan pembulian terhadap siswa kelas 1.
Tuduhan tersebut membuatnya trauma karena merasa dipaksa mengaku sehingga enggan mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) yang tengah berlangsung.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











