CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon gencar mengampanyekan gerakan aksi bergizi yang menyasar ke sejumlah pelajar Kota Cilegon.
Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan preventif dan promotif dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk mengedukasi masyarakat, mengingat semakin tingginya penyakit khususnya penyakit tidak menular (PTM) di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Cilegon, Rully Kusumawardhany mengatakan, digencarkannya gerakan aksi bergizi kepada pelajar SMP dan SMA, lantaran pelajar remaja putri itu sudah mengalami siklus haid atau menstruasi. Dimana, para remaja ini perlunya diberikan penunjang untuk mencegah masalah kesehatan.
“Kami dahulukan pelajar remaja putri SMP dan SMA karena mereka ini calon-calon ibu nantinya, jadi dibutuhkan zat penunjang mencegah masalah kesehatan seperti anemia khususnya anemia karena anemia ini merupakan salah satu faktor kalau mereka jadi ibu berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan,” katanya saat memberikan edukasi gizi di MAN 2 Kota Cilegon, Kamis, 29 Februari 2024.
Di samping itu, kegiatan aksi bergizi ini adalah salah satu rangkaian upaya pencegahan stunting, dengan memberi pengetahuan pada pelajar cara pencegahan stunting dan mempersiapkan kondisi remaja putri sebagai calon ibu dimasa datang dengan kualitas kesehatan yang memadai sehingga diharapkan dapat diperoleh generasi akan datang yang berkualitas.
“Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gizi seimbang bagi anak sekolah dipenuhi setiap hari dengan makanan yang beraneka ragam,” paparnya.
Selain itu, kegiatan aksi bergizi ini juga untuk pencegahan PTM melalui kemampuan para siswa untuk memilih dan memilah makanan sehari hari maupun jajanan yang dikonsumsi agar tidak menimbulkan risiko terjangkit PTM.
Hal tersebut disebabkan kasus PTM sudah menyerang kelompok usia produktif termasuk kelompok usia pelajar.
“Konsumsi makanan dengan pola gizi seimbang harus memperhatikan empat prinsip dasar, yaitu mengonsumsi aneka ragam makanan, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), melakukan aktivitas fisik dan memonitor berat badan ideal.
Dirinya berharap, melalui edukasi gizi ini anak didik dapat memahami bagaimana cara memilih dan memilah makanan yang sehat untuk mereka dan mengetahui dampaknya jika itu dianggap remeh.
“Jadi anak-anak itu harus tahu risiko dan manfaatnya terutama rangkaian stunting karena sangat tidak mungkin seorang ibu akan melahirkan generasi berkualitas jika ibunya sendiri tidak berkualitas,” katanya.
“Semoga dari pertemuan ini para peserta dapat bertambah pengetahuannya, termotivasi untuk menyebarluaskan ke komunitasnya, masyarakat dan lingkungan sekitarnya demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Cilegon pada khususnya,” harapnya.
Diketahui, dari rangkaian gerakan aksi bergizi itu, selain diberikan sosialisasi seputar gizi, juga dilakukan diawali dengan senam bersama, dan dilanjutkan dengan sarapan sehat dengan gizi seimbang bersama serta diikuti minum tablet tambah darah untuk remaja putri. (*)
Editor: Agus Priwandono











