PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga telur ayam ras di Pandeglang mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadhan 2024. Harga telur yang di atas rata-rata membuat sebagian masyarakat memilih telur yang rusak karena harganya yang terjangkau.
Kenaikan harga telur ayam di Pasar Pandeglang yang awalnya Rp 27.000 per kilogram kini sudah tembus Rp 31.000 per kilogram.
Penjual telur ayam ras Basit mengatakan, bahwa kenaikan harga telur ini sudah terjadi sejak empat hari lalu, kenaikan harga sekarang meningkat signifikan.
“Ya kenaikan harga ini sudah terjadi empat harian, kalau harga awal Rp 27 ribu per kilogram, nah untuk sekarang mencapai Rp 31 ribu per kilogram,” ungkapnya, Kamis 29 Februari 2024.
Kenaikan harga ini membuat pembeli beralih ke telur yang rusak atau telur pecah, telur ayam rusak dijual dengan harga Rp 20.000 per kilogram, jauh lebih murah daripada telur yang utuh.
Ia mengatakan bahwa jumlah pembeli telur menurun akibat kenaikan harga ini.
“Banyak yang mencari telur yang rusak atau pecah karena lebih murah, kadang biasanya tukang cilor dan cilung yang beli telur pecah atau reta,” katanya.
Basit berharap dengan kenaikan harga ini mudah-mudahan dapat kembali normal kembali seperti semula.
Seorang pembeli Andi mengatakan, dirinya mengaku mengeluh dengan kenaikan harga telur tersebut, dengan begitu ia terpaksa membeli telur pecah untuk digunakan sebagai bahan berjualan telor gulung dan konsumsi kebutuhan sehari-hari.
“Iya kang lagi beli telor, saya beli telor pecah ya lumayan saja cuma Rp 1 ribu satu butir nya, buat jualan telor gulung daripada beli yang utuh agak lumayan mahal, makanya beli telor yang udah retak atau pecah bisa lebih murah,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











