SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Masyarakat di Kabupaten Serang diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di sekitarnya.
Potensi bencana tersebut dapat muncul seiring dengan kondisi hujan deras yang sering kali juga dibarengi dengan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, selama satu pekan terakhir, telah terjadi beberapa peristiwa yang diakibatkan oleh hujan yang disertai angin kencang, yakni pohon tumbang.
“Seperti dinihari tadi terjadi pohon tumbang yang mengakibatkan akses jalan menuju balai Desa Bandulu, Kecamatan Anyar tertutup. Ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang,” katanya, Jumat 15 Maret 2024.
Peristiwa sendiri terjadi sekitar Pukul 00.18 WIB. Tim dari BPBD Kabupaten Serang pun langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan tindakan mengingat jalan tersebut merupakan akses utama warga.
“Sekitar pukul 02:07 WIB, tim BPBD Kabupaten Serang dibantu warga sudah selesai melakukan penanganan,” terangnya.
Selain itu, kejadian serupa juga terjadi pada tanggal 9 Maret di kecamatan Kramatwatu. Bahkan, pohon tumbang menutup akses Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kampung Margasana.
“Lagi-lagi penyebabnya diakibatkan hujan deras yang disertai angin kencang sehingga menyebabkan pohon tumbang,” terangnya.
Tak hanya menutup akses jalan, kejadian pohon tumbang di wilayah Kabupaten Serang juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga.
Pada 8 Maret lalukejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrim menimpa rumah warga yang ada di Desa Panyirapan, Kecamatan Baros.
“Saat itu Kecamatan Baros di guyur hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang mengakibatkan 1 pohon tumbang menimpa salah satu rumah warga yang mengakibatkan rumah mengalami rusak berat dengan kerugian mencapai Rp200 juta,” jelasnya.
Atas rentetan kejadian tersebut, warga Kabupaten Serang diminta untuk waspada terhadap potensi-potensi bencana yang diakibatkan oleh kondisi cuaca.
Masyarakat pun diminta untuk dapat memitigasi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan guna untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.
“Misal di sekitar rumahnya ada pohon besar, tentunya cabang-cabang tua yang berpotensi patah dan menimpa rumah hendaknya dipotong. Yang tinggal di bantaran kali, tentunya harus bisa mengantisipasi ketika banjir datang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











