LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat, angin puting beliung telah merusak 62 rumah warga di lima kecamatan di Lebak. Bancana puting beliung terjadi pada Kamis, 14 Maret 2024.
Ke-62 rumah warga yang rusak itu berada di Kecamatan Muncang, Cileles, Bayah, Cihara, dan Malingping.
“Satu rumah ambruk atau rusak berat di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Muncang, milik Romyati karena longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 15 Maret 2024.
Febby menjelaskan, saat ini relawan BPBD yang ada di kecamatan tengah melakukan asesmen serta evakuasi kepada para korban terdampak.
“Kita juga koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Febby.
Ia menambahkan, dari 62 rumah warga terdampak di antaranya mengalami rusak ringan baik dari tersapu angin hingga tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung.
“Cuaca ekstrem diprediksi terus melanda Kabupaten Lebak, kita harap masyarakat tetap waspada,” ucapnya.
BPBD Lebak menyebut bahwa tidak ada korban jiwa dalam.bencana alam tersebut. Semua korban selamat.
Sementara, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi selama Maret 2024, sesuai prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG.
Kecamatan terparah yang dilanda angin puting beliung pada 14 Maret 2024 lalu adalah Kecamatan Cileles.
Fahri, warga Kecamatan Cieles, mengatakan bahwa saat ini hujan deras disertai angin kencang masih terjadi Kecematan Cileles. Namun, kecepatan angin tidak separah kemarin sore.
“Dari semalam hujan terus terjadi, tetapi untuk angin enggak separah kemarin. Kalau kemarin itu dari siang sampe sore angin kencang banget,” tutur Fahri.
Fahri berharap, keadaan di Kecamatan Cileles segera membaik dan warga dalam keadaan selamat.
“Semoga warga selalu dalam keadaan baik, dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan karena sejauh ini baru mengakibatkan kerusakan,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











