PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI menggelar rapat koordinasi pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024 di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2024.
Dalam Rakor tersebut Kemenpan RB telah menerima usulan kebutuhan ASN dari berbagai instansi pusat dan daerah sebanyak 1,38 juta.
Serta, sudah menetapkan formasinya sebanyak 1,28 juta untuk memenuhi kebutuhan ASN secara nasional sebesar 2,3 juta secara bertahap.
Rekrutmen ASN sebanyak 2,3 juta ada dua kategori. Yaitu, CPNS yang bisa dilamar oleh fresh graduate serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diperuntukkan bagi tenaga non ASN dan eks Tenaga Honorer Kategori (THK) 2 yang telah masuk basis data Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kabid Formasi dan Mutasi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang, Furkon mengaku ikut menghadiri rapat koordinasi pengadaan ASN tahun 2024 bersama Kemenpan RB di Jakarta.
“Rapat terkait dengan formasi pengadaan ASN tahun 2024,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID melalui sambungan telepon selulernya, Jumat, 15 Maret 2024.
Furkon menjelaskan, jadi pada tahun 2024 ini akan digelar kembali pelaksanaan tes PPPK dan CPNS. Secara nasional, kebutuhan ASN sebanyak 2,3 juta yang proses rekrutmennya dilakukan secara bertahap oleh Kemenpan RB.
“Untuk Pandeglang tahun ini sebanyak 530 formasi, sesuai dengan yang diajukan kepada Kemenpan RB,” katanya.
Sebanyak 530 formasi itu semuanya untuk tenaga honorer di Kabupaten Pandeglang. Artinya, sebanyak 530 formasi ini tidak hanya khusus untuk guru, tenaga kesehatan, dan teknis.
“Tapi bisa diikuti oleh semua tenaga honorer. Baik itu guru, tenaga kesehatan maupun tenaga teknis bisa ikut mendaftar semua,” katanya.
Lebih lanjut, Furkon menjelaskan, selain membahas terkait formasi rekrutmen ASN, turut dibahas rekrutmen formasi ASN ke IKN (Ibu Kota Negara). Formasi ke IKN itu formasi pusat.
“Turut dibahas juga kaitan rekrutmen kebutuhan ASN secara nasional sebanyak 2,3 juta. Ini menjadi angin segar bagi para tenaga honorer yang sudah lama mengabdi,” katanya.
Dari informasi diterima olehnya, tenaga honorer yang sudah lama mengabdi dan namanya sudah masuk dalam data di BKN akan dilakukan pengangkatan secara bertahap.
“Semuanya akan diangkat menjadi ASN. Namun dilakukan secara bertahap,” katanya.
Jumlah tenaga honorer atau non ASN di Kabupaten Pandeglang berdasarkan hasil pendataan tahun 2022 ada 5.442 orang.
“Namun dalam empat hari ke depan, kita akan verifikasi ulang. Untuk memastikan berapa jumlah tenaga honorer Kabupaten Pandeglang yang sudah masuk dalam data BKN,” katanya.
Verifikasi dilakukan karena data terakhir adalah tahun 2022. Perlu di-update kembali.
“Untuk mendapatkan data yang valid, karena kan mungkin saja ada sudah diangkat dari rekrutmen kemarin dan karena meninggal dunia,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











