TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kota Tangsel mencatat adanya kenaikan transaksi e-katalog sepanjang tahun 2023, yang mencapai Rp 522 miliar.
Kepala Bagian UKPBJ Tangsel, Mochamad Hardi mengatakan, terjadi kenaikan transaksi e-katalog di tahun 2023 jika dibandingkan tahun 2022. Pada tahun 2022 transaksi e-katalog hanya Rp17 miliar.
“Terjadi peningkatan transaksi e-katalog dari tahun 2022 ke tahun 2023. Untuk jumlah transaksi e-katalog tahun 2024 sedang kami catat dan data, semoga terus meningkat,” ujar Hardi di kantornya, Jumat 22 Maret 2024.
Menurut Hardi, jumlah penyedia produk atau mereka yang telah mendaftarkan produknya dengan memiliki akun e-katalog juga mengalami peningkatan di tahun 2023, sebanyak 237 orang. Sementara di tahun 2022, jumlahnya baru 33 orang.
Dari sisi etalase produk yang ditawarkan di e-katalog juga bertambah di tahun 2023 sebanyak 40 produk. Sementara di tahun 2022 baru 19 produk. Kemudian, jumlah produk yang tayang selama tahun 2023 sebanyak 24.367 produk, dibandingkan tahun 2022 hanya 1.820 produk.
Hardi mengatakan, bahwa transaksi e-katalog tahun 2023 diharapkan sejalan dengan meningkatnya omzet para pelaku UMKM. Meski begitu, ia juga menegaskan bahwa kenaikan omzet juga berbanding lurus dengan kualitas produk yang dijual.
“Jadi nanti kemungkinan pada suatu saat kita juga melakukan freeze kepada produk yang tidak laku. Lebih baik produl-produk yang biaa dipakai. Semakin banyak produk yang berkualitas,” ujarnya.
Hardi mengatakan, guna mencegah terjadinya monopoli usaha, e-katalog hanya dikuasai satu pelaku UMKM, pihakya telah membat aturan. “Agar tidak terjadi monopoli, OPD yang ada di wilayah Serpong wajib membeli produl pelaku UMKM yang ada di Serpong, begitu seterusnya,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aas Arbi











