PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan warga Kabupaten Pandeglang rela mengantre untuk dapat menukar uang pecahan Rupiah baru di Kas Keliling Bank Indonesia, Bank bjb, dan Bank BNI di Alun-Alun Timur Kabupaten Pandeglang.
Uang pecahan baru yang dapat ditukar di Kas Keliling ketiga bank tersebut dimulai dari nominal Rp 1.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, dan Rp 50.000.
Kas Keliling penukaran uang baru merupakan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) yang dicanangkan Bank Indonesia.
Adapun cara penukaran uang bisa secara online melalui website https://pintar.bi.go.id/ dan secara offline.
Salah satu warga Pandeglang, Nurul Ulfah, mengatakan, ia rela mengantre karena ingin mendapatkan uang Rupiah yang baru.
“Uangnya buat kebutuhan persiapan Lebaran Idul Fitri. Kan biasanya kalau Lebaran itu ada momen berbagi dengan keluarga, terutama buat anak-anak gitu,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID di Alun-Alun Pandeglang, Selasa, 2 April 2024.
Proses penukaran sekarang ini melalui aplikasi. Jadi dapat mendaftarkan diri secara online.
“Melalui aplikasi ini justru lebih mudah menggunakan. Bisa daftar secara online, datang ke sini tinggal registrasi ulang, enggak perlu mengantre yang terlalu panjang,” katanya.
Semua bisa terlayani dengan baik melalui aplikasi. Tidak perlu lagi lama menunggu.
“Karena sudah daftar online, jadi nunggunya tidak terlalu lama sih. Tadi sekira 15 menit,” katanya.
Besaran nominal penukaran uang setiap orang dibatasi sebesar Rp 4 juta.
“Maksimal Rp 4 juta rupiah. Dari mulai nominal Rp 1.000 sampai Rp 50 ribu,” katanya.
Warga lainnya, Sopian, mengaku kalau uang baru yang ditukarnya buat bagi-bagi kepada saudara dan tetangganya.
“Cara penukaran bisa secara online dan offline. Kalau offline harus mengantre lumayan lama,” katanya.
Sedangkan, kalau daftar dilakukan secara online bisa lebih cepat. Ia sendiri sudah daftar secara online itu dua hari yang lalu.
“Kalau online lebih mudah lewat website pintar. Untuk penukaran dikasih limit sebesar Rp 4 juta,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











