LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak enam orang warga Kabupaten Lebak meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengeu (DBD).
Hingga 9 April 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat kasus DBD di Kabupaten Lebak mencapai 1.327 orang dengan kematian 6 kasus.
Jumlah kasus DBD ini meningkat dibanding tahun 2023 yang mencapai 760 kasus dan empat orang meninggal dunia.
Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengimbau warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga pola hidup sehat.
“Data terakhir yang saya terima kasus DBD mencapai 1.327 kasus dengan kematian 6 kasus,” kata Plt Kepala Dinkes Lebak dr Budhi Mulyanto, Minggu 14 April 2024.
Untuk mengantisipasi terus melonjaknya DBD, kata dr Budhi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan langkah 3M Plus menjadi strategi yang dinilai paling efektif dan efisien yang terus dilakukan dalam mencegah DBD.
“Untuk mencegah penularan/meluasnya kasus DBD diharapkan setiap keluarga memiliki anggota keluarga yang menjadi pemantau jentik nyamuk (Jumantik – Juru Pemantau Jentik nyamuk) di tempat-tempat penampungan air di dalam dan sekitar rumah dan memusnahkan jentiknya,” kata Direktur RSUD Dr Adjidarmo ini.
Selain itu, kata dia membudayakan 3M (Menutup penampungan air, Menguras penampungan air secara berkala, Menimbun/mengubur/memusnahkan barang-barang bekas yang bisa jadi penampungan air dan jadi perindukan nyamuk Aedes aegypti).
“Tidak membiasakan menggantung pakaian kotor (bekas pakai) atau pakaian basah di dalam rumah,” imbuhnya.
Budhi menambahkan, sejak Januari 2024 pihaknya sudah mengeluarkan edaran kepada puskesmas untuk menggalakkan promosi kesehatan, terutama penanganan DBD karena kasusnya meningkat.
Terkait dengan kasus DBD di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, dimana terdapat tiga kasus DBD, Budhi mengatakan telah memerintahkan Puskesmas Kalanganyar untuk menanganinya agar tidak meluas.
“Fogging akan dilakukan setelah hasil penyelidikan epidemiologi (PE) oleh petugas kesehatan menunjukkan bahwa penyakit DBD berasal dari sekitar lokasi. Fogging atau pengasapan kurang efektif dalam mencegah demam berdarah lantaran hanya mematikan nyamuk dewasa. Efektif di saat penyemprotan saja. Setelah itu jentik nyamuk tetap menetas dan berkembang biak,” ucap Budhi.
Editor: Abdul Rozak












