PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akibat hujan disertai angin kencang melanda Kampung Maja Tengah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, dan sekitarnya membuat awning sebuah minimarket dan atap rumah warga porak-poranda.
Berdasarkan pantauan di lokasi, nampak sebuah awning yang berada di minimarket roboh, selain itu juga sejumlah rumah warga pun ikut berterbangan hingga merusak dibagian atapnya dikarenakan saking kencangnya angin pada saat kejadian tersebut.
Salah satu juru parkir yang melihat kejadian, Marta, mengatakan bahwa ketika kejadian itu hujan disertai angin kencang datang tiba-tiba sekitar pukul 15.30 WIB.
Saking kencangnya angin tersebut alhasil merobohkan awning minimarket pada bagian depannya tersebut.
“Cuacanya lagi hujan gede banget, nah terus pas hujan angin datang saya juga lagi di dalam posisinya. Jadi anginnya dari bawah ke atas terus kebawah lagi langsung roboh,” ungkapnya, Rabu, 17 April 2024.
Dikatakannya, pada waktu kejadian itu sejumlah motor sedang terparkir di halaman depan minimarket tersebut. Beruntungnya pada saat kejadian tak menimbulkan korban jiwa.
“Cuma ada dua motor doang di situ parkir, tapi enggak apa-apa motor hanya lecet saja. Alhamdulillah enggak ada korban jiwa,” katanya.
Marta mengaku sangat ketakutan pada saat angin yang kencang menerjang awning yang kebetulan dirinya berada di dalam minimarket untuk berlindung.
“Kencang banget anginnya orang saya saja sampai enggak bisa ngomong lihatnya, pas lihat kencang yaudah saya lari ke dalam,” tuturnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan, Pusdalops telah menerima laporan sementara terkait bencana angin kencang tersebut.
“Yang mengakibatkan kanopi minimarket terangkat dan roboh. Akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan angin kencang,” katanya saat dikonfirmasi.
Tindakan Pusdalops BPBDPK melakukan koordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen pada lokasi kejadian.
“Laporan sementara korban jiwa nihil dan kerugian belum bisa diperkirakan,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











