SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perolehan suara Mantan Gubernur Banten Rano Karno masih di bawah dari suara Mantan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) yakni Airin Rachmi Diany berdasarkan hasil survei dari lembaga Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) dan ARCHI Research and Strategy.
Dalam survei simulasi pertanyaan terbuka yang dilakukan IPRC, Airin unggul dengan perolehan suara 20,2 persen. Disusul Rano Karno 14,2 persen, Wahidin Halim 10,6 persen, Iti Octavia Jayabaya 6,6 persen, dan Ahmed Zaki Iskandar (5,8 persen).
Survei ini dilakukan pertanggal 20-30 September 2023 di 8 kabupaten/kota, dengan melibatkan 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini adalah +/- 2,87 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Kemudian dalam simulasi tertutup menggunakan lima nama, persentase Airin mencapai 25,3 persen, Rano Karno 18,5 persen, Wahidin Halim 16 persen, Iti Octavia 10,5 persen, dan Yandri Susanto 0,8 persen. Namun, angka undecided voter masih tinggi, mencapai 28,8 persen.
Menanggapi hal itu, Sekretaris DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah menilai bahwa hasil survei itu sudah lah sangat wajar. Sebab, Airin kata Asep, sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai Bakal Calon Gubernur Banten.
“Itu kan survei ukuran meteologi dan elektabilitas yang sah, kalau bu Airin mengungguli pa Rano sebagai bakal calon Gubernur itu wajar. Karena beliau posisinya sudah start duluan, beliau tampil lebih dulu jadi wajar popularitas bu airin lebih tinggi popularitasnya,” kata Asep kepada Radar Banten, Minggu 21 April 2024.
Angka hasil survei Rano Karno juga pun wajar, sebab Rano saat ini hanya dikenal oleh warga Banten sebagai mantan Gubernur Banten, dan bakal calon Gubernur Banten pada tahun 2017 saja. Saat ini, Rano Karno belum melakukan pergerakan untuk mensosialisasikan dirinya.
“Dari situ tidak bergerak atau sosialissi untuk mencalonkan sebagai Cagub Banten, mungkin akan beda hasil jika pa Rano melakukan hal serupa,” ungkapnya.
PDIP, kata Asep, besok hari baru akan memulai penjaringan kepala daerah untuk menghadapi Pilkada serentak baik itu bakal calon Gubernur, Walikota, maupun Bupati.
Selagi penjaringan, pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan partai politik lainnya guna membahas koalisi pada Pilkada Banten.
“Karena gini untuk persyaratan mencalonkan Gubernur membutuhlan dukungan partai politik sebanyak 20 persen, dan PDIP hari ini hanya memiliki 14 kursi atau sekitar 15 persen. Otomatis dibutuhkan kerjasama dengan partai politik, itu yang sedang kita bangun,” ujarnya.
Katanya, untuk mencalonkan kadidat, pihaknya juga perlu memerhatikan kerjasama dengan parpol koalisi.
“Kalau ukuran personal bu Airin dan Rano Karno itu jadi kadidat yang memumpuni begitu juga pa Dimyati, cuman kan pupularitas tidak serta merta menjadi sebuah ukuran untuk menjadi Gubernur. Bagi PDIP yang penting adalah memiliki visi misi yang sama dalam membangun Banten,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











